BUMDesa (BUMDes) menjadi salah satu instrumen pembangunan ekonomi desa yang berfungsi sebagai penggerak usaha masyarakat, penyedia layanan ekonomi, serta pendorong Pendapatan Asli Desa (PADes). BUMDes Enceng Gondok yang berlokasi di Desa Babirik Hulu telah mengembangkan unit usaha berbasis kerajinan enceng gondok serta beberapa layanan ekonomi lain yang potensial untuk dikembangkan. Namun, dalam realitas pelaksanaannya, BUMDes masih menghadapi kendala pada aspek tata kelola keuangan, manajemen usaha, kapasitas sumber daya manusia, serta perencanaan strategi pengembangan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan BUMDes Enceng Gondok dengan pendekatan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dalam perspektif tata kelola keuangan desa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, dan kajian dokumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan utama BUMDes mencakup potensi bahan baku lokal, dukungan pemerintah desa yang kuat, serta keterlibatan masyarakat. Kelemahannya terletak pada sistem pencatatan keuangan yang belum profesional, keterbatasan akses pasar, serta keterbatasan modal. Peluang eksternal berasal dari meningkatnya pasar produk kerajinan, dukungan regulasi, dan perkembangan teknologi digital desa. Ancaman meliputi persaingan produk sejenis, perubahan tren pasar, serta rendahnya literasi digital masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan strategi prioritas berupa penguatan tata kelola keuangan berbasis digital, peningkatan kapasitas SDM, perluasan jejaring kemitraan usaha, serta diversifikasi produk dan pemasaran digital. Studi ini menegaskan bahwa tata kelola keuangan desa merupakan fondasi keberlanjutan pengembangan BUMDes Enceng Gondok secara jangka panjang.
Copyrights © 2026