Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil kegiatan psikoedukasi kekerasan seksual dengan tema “Tubuhku Bukan Untuk Semua” pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Maumere. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi melalui ceramah interaktif, diskusi, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti psikoedukasi, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah siswa pada kategori pemahaman tinggi dan menurunnya jumlah siswa pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai kekerasan seksual, batasan tubuh, serta konsep sentuhan aman dan tidak aman. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi merupakan intervensi edukatif yang bermanfaat sebagai upaya preventif dalam melindungi remaja dari risiko kekerasan seksual dan mendukung perkembangan psikososial siswa secara sehat.
Copyrights © 2026