Salah satu kesulitan mahasiswa dalam beradaptasi yaitu rendahnya kemampuan saling mendukung, tolong-menolong, dan bekerja sama. Hal itu disebut dengan perilaku prososial, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa baru FIP UNP, yang berjumlah 1632 orang mahasiswa dan sampel sebanyak 322 orang mahasiswa dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen regulasi emosi dan instrumen perilaku prososial dengan menggunakan skala model Likert. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif yaitu uji normalitas, uji linearitas dan uji korelasional pearson product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa regulasi emosi yang dimiliki oleh mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor sebesar 138,25 dengan persentase 74,73% dari skor ideal, perilaku prososial yang dimiliki mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor sebesar 211,46 dengan persentase 79,80% dari skor maksimal, dan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara regulasi emosi dan perilaku prososial pada mahasiswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,366 dan signifikansi 0,000. Temuan ini mengindikasikan bahwa individu dengan kemampuan regulasi emosi yang lebih baik cenderung menunjukkan tingkat perilaku prososial yang lebih tinggi dan perlunya implikasi hasil penelitian terhadap bimbingan konseling di perguruan tinggi melalui peranan konselor agar dapat memberikan layanan yang tepat dan sesuai.
Copyrights © 2025