Pendidikan karakter Islami di konteks multikultural, khususnya wilayah Muslim minoritas, menghadapi tantangan integrasi nilai. Studi kasus kualitatif dilakukan Agustus 2025 di Songserm Sasana School, Songkhla Selatan, melalui wawancara kepala sekolah, lima guru, lima belas siswa, observasi empat minggu, serta analisis dokumen. Data dianalisis tematik melalui coding terbuka–aksial, penemuan tema, dan verifikasi; validitas dijaga dengan triangulasi dan member checking. Ditemukan lima nilai utama iman-takwa, ṣidq, amānah, istiqāmah, ta'āwun diterapkan lewat kurikulum ganda, pembiasaan religius, keteladanan guru, dan budaya asrama. Faktor pendukung meliputi komitmen stakeholder, lingkungan religius, sistem asrama, dukungan komunitas; hambatan mencakup perbedaan budaya, keterbatasan sumber daya, variasi kompetensi guru, pengaruh media sosial, serta evaluasi karakter. Model integrasi ini menunjukkan relevansi global pendidikan Islam lintas budaya dan menekankan pentingnya pelatihan guru berbasis pedagogi nilai, instrumen evaluasi terukur, serta kolaborasi sekolah-keluarga-komunitas. Temuan ini memperkuat kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kebijakan pendidikan karakter kontekstual di berbagai setting internasional masa depan.
Copyrights © 2026