Jump service merupakan salah satu teknik krusial dalam permainan bola voli yang menuntut perpaduan kemampuan fisik dan koordinasi gerak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara daya ledak otot tungkai dan koordinasi mata–tangan dengan kemampuan jump service, sekaligus menilai kontribusi relatif masing-masing variabel pada atlet bola voli putra Klub JVC Kota Malang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 31 atlet putra berusia 16–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen meliputi tes vertical jump untuk mengukur daya ledak otot tungkai, tes lempar tangkap bola (wall toss test) untuk menilai koordinasi mata–tangan, serta tes kemampuan jump service sebagai variabel terikat. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson dengan bantuan IBM SPSS versi 25. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara daya ledak otot tungkai dan kemampuan jump service (r = 0,454; p = 0,010). Koordinasi mata–tangan juga memiliki hubungan signifikan dengan kekuatan asosiasi yang lebih besar (r = 0,672; p < 0,001) terhadap kemampuan jump service. Temuan ini menegaskan bahwa koordinasi mata–tangan merupakan faktor yang lebih dominan dalam menentukan keberhasilan jump service, sementara daya ledak otot tungkai tetap berperan sebagai faktor pendukung. Dengan demikian, peningkatan kemampuan jump service pada atlet bola voli putra sebaiknya diprioritaskan pada pengembangan koordinasi mata–tangan, disertai latihan daya ledak otot tungkai untuk menopang gerakan eksplosif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih terarah dan efektif.
Copyrights © 2026