Tuntutan kebersihan, keselamatan, dan akuntabilitas pada fasilitas olahraga air pascapandemi meningkat, sehingga pengelolaan kolam renang perlu ditopang fungsi manajemen yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC) pada pengelolaan layanan dan operasional Kolam Renang MC Edupark Cepu tahun 2025 serta merumuskan prioritas perbaikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan purposive sampling terhadap 8 informan yang terdiri dari 1 manajer, 3 pegawai operasional, dan 4 pengunjung. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif pasif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi teknik, triangulasi sumber, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi Planning merupakan aspek terlemah karena belum tersedia SOP tertulis dan target kinerja terukur sehingga operasional cenderung ad hoc. Pada fungsi Organizing, penempatan SDM belum berbasis workload analysis sehingga terjadi multitasking dan kekurangan lifeguard pada jam kunjungan padat. Fungsi Actuating relatif kuat pada koordinasi harian, namun masih terdapat celah pada minimnya pelatihan dan sertifikasi water rescue. Pada fungsi Controlling, water treatment dilakukan secara rutin, tetapi belum didukung logbook dan dokumentasi monitoring berbasis data. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen MC Edupark masih berkarakter operasional-informal dan perlu diprofesionalkan melalui kodifikasi SOP, penerapan workload analysis, penguatan sertifikasi keselamatan, serta digitalisasi pelaporan agar layanan lebih konsisten, aman, dan akuntabel.
Copyrights © 2026