Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Kesehatan mental siswa sekolah dasar berperan penting dalam menunjang proses belajar dan perkembangan sosial. Pada siswa kelas tinggi, masih ditemukan gejala kecemasan ringan, rendahnya kepercayaan diri, serta konsentrasi yang tidak stabil, yang berkaitan dengan kualitas interaksi sosial dan kondisi lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kesehatan mental siswa kelas IV–VI serta persepsi mereka terhadap lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan di SDK Ngedukelu dengan melibatkan 49 siswa sebagai sampel yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert 4 poin untuk mengukur kesehatan mental siswa dan persepsi terhadap lingkungan sekolah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesehatan mental siswa berada pada kategori baik dengan skor rata-rata sebesar 73,2%, sedangkan persepsi terhadap lingkungan sekolah berada pada kategori baik dengan skor 75%. Aspek hubungan guru–siswa memperoleh skor tertinggi sebesar 82%, sementara aspek kenyamanan ruang kelas menunjukkan skor terendah sebesar 69%. Secara deskriptif, persepsi positif terhadap lingkungan sekolah cenderung sejalan dengan kondisi kesehatan mental siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya sekolah menciptakan iklim yang aman dan suportif, dengan prioritas perbaikan pada aspek kenyamanan ruang kelas serta penguatan dukungan emosional dan relasi sosial di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026