Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan Double Leg Speed Hop terhadap kecepatan tendangan sabit pada atlet pencak silat junior di Terate Champs DKI. Tendangan sabit merupakan teknik serangan fundamental yang memerlukan kombinasi kecepatan, daya ledak, dan koordinasi optimal. Metode penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan desain One Group Pretest-Posttest Design yang melibatkan 20 atlet berusia 12-17 tahun (rata-rata 14,45 ± 1,50 tahun), terdiri dari 13 atlet laki-laki dan 7 atlet perempuan. Intervensi latihan plyometric dilaksanakan selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu di Terate Champs DKI Jakarta Selatan. Instrumen pengukuran menggunakan tes kecepatan tendangan sabit yang dikembangkan Lubis (2016) dengan validitas 0,688 dan reliabilitas 0,814. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Paired T-Test setelah uji normalitas Shapiro-Wilk. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kecepatan tendangan sabit dari pretest 16,7 ± 1,4 (kategori "Kurang-Cukup") menjadi posttest 21,7 ± 2,6 (kategori "Cukup-Baik Sekali") dengan p-value 0,001 (p < 0,05). Peningkatan terjadi melalui adaptasi neuromuskular yang mengoptimalkan mekanisme Stretch-Shortening Cycle (SSC), meningkatkan efisiensi stretch reflex, dan memperkuat koordinasi intramuskular serta intermuskular. Latihan Double Leg Speed Hop terbukti efektif sebagai metode pelatihan untuk meningkatkan performa tendangan sabit pada atlet pencak silat junior.
Copyrights © 2026