Kinerja sistem air conditioning (AC) split yang tidak optimal dapat menyebabkan peningkatan downtime dan biaya perawatan, terutama apabila pemeliharaan hanya dilakukan secara korektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan preventive maintenance pada AC split menggunakan pendekatan fishbone diagram guna mengidentifikasi faktor penyebab utama kerusakan serta mengevaluasi efisiensi biaya perawatan. Metode penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara dengan tim HVAC, studi dokumentasi, serta analisis data kerusakan AC selama periode dua bulan di PT. ISS Sukorejo. Fishbone diagram digunakan untuk mengelompokkan penyebab kerusakan berdasarkan faktor manusia, metode, material, mesin, lingkungan, dan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan dominan meliputi tekanan refrigeran rendah, kompresor overheat, dan filter udara kotor dengan total downtime sebesar 86,5 jam. Analisis biaya menunjukkan bahwa corrective maintenance memerlukan biaya sebesar Rp17.300.000, sedangkan penerapan preventive maintenance hanya sebesar Rp1.000.000 dalam periode yang sama. Penerapan preventive maintenance secara terjadwal berpotensi menurunkan downtime hingga 50–70% serta menghasilkan penghematan biaya perawatan yang signifikan. Dengan demikian, preventive maintenance berbasis fishbone diagram terbukti efektif dalam meningkatkan keandalan sistem AC split dan efisiensi operasional perusahaan.
Copyrights © 2026