Artikel ini bertujuan mengidentifikasi tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pengawet dan pewarna alami melalui survei lapangan di Kecamatan Rumbai Barat, Kelurahan Muara Fajar Timur, Pekanbaru. Survei dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga pada empat RT untuk memperoleh data langsung mengenai jenis tanaman yang ditanam dan digunakan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan berbagai tumbuhan sebagai sumber aditif alami, diantaranya bawang merah, daun salam, sereh, lengkuas, sirih merah, dan kunyit sebagai pengawet, serta bayam, buah naga, bunga telang, anggur merah, pinang, dan pandan sebagai pewarna alami. Pemanfaatan ini tidak hanya berfungsi dalam meningkatkan mutu dan menambah warna pada makanan, tetapi juga mencerminkan pengetahuan tradisional masyarakat mengenai sifat antimikroba, antioksidan, dan pigmen alami dari setiap tanaman. Temuan ini menegaskan pentingnya pelestarian tanaman lokal sebagai alternatif aman dan ramah lingkungan pengganti bahan sintetis.
Copyrights © 2026