Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Program Antikorupsi di Kalangan Mahasiswa dan Masyarakat Berbasis Pancasila di Car Free Day (CFD) Pekanbaru Fauroka, Zahwa; Sulistianingrum, Eka; Candra, Delia; Fadhillah, Hanifa; Ramadhani, Siti Syarah; Putri, Yolanda; Maharani, Suci Gina; Safariah, Wan
Educationist: Journal of Educational and Cultural Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Journal of Educational and Cultural Studies
Publisher : PT Literasi Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, as a country based on law with Pancasila and the 1945 Constitution as its foundation, prioritizes the democratic principle "from the people, by the people, and for the people." Law plays a crucial role in creating social order and ensuring justice. However, a major issue threatening the stability of the country is corruption, which undermines the core values of Pancasila and hinders development. Data from Transparency International (2023) shows a concerning Corruption Perception Index for Indonesia, while the KPK report (2022) reveals the detrimental effects of corruption on the economy and societal morals. Therefore, anti-corruption education is vital, with a focus on the younger generation as agents of change. Anti-corruption education aims to shape character and moral awareness in combating corruption. Pancasila, as the state foundation, should be used as a basis for the formulation of anti-corruption education regulations. This research aims to campaign for anti-corruption values based on Pancasila to students and the public through activities such as Car Free Day (CFD) in Pekanbaru City. Through direct interaction between students and the community, anti-corruption values can be creatively disseminated, raising public awareness of the importance of fighting corruption and building a better national character.
Tumbuhan dalam Upacara Adat di Kecamatan Rumbai Barat Wirdati Irma; Candra, Delia; Adinda Fitriani; Ayunica; Muhammad Sidik; Reska Amalia; Sherly Novela; Winda Nopita Sari
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/7syn1b10

Abstract

Artikel ini bertujuan mengidentifikasi jenis tumbuhan yang dimanfaatkan dalam upacara adat melalui survei lapangan di Kelurahan Muara Fajar Timur, Kecamatan Rumbai Barat, Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil sampel 30% rumah dari empat RT pada RW 006 sehingga diperoleh gambaran langsung mengenai tumbuhan yang ditanam dan digunakan masyarakat. Hasil survei dan wawancara menemukan delapan jenis tumbuhan utama yang berperan dalam pelaksanaan ritual adat, yaitu pisang, kunyit, tebu, pinang, sirih merah, pandan, kelapa, dan rambusa. Keanekaragaman tumbuhan dianalisis menggunakan indeks Shannon–Wiener yang menunjukkan variasi jenis yang cukup baik di lingkungan permukiman tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat masih mempertahankan keberadaan tanaman bernilai budaya, sekaligus menegaskan pentingnya pelestarian tumbuhan lokal sebagai bagian dari praktik adat yang terus diwariskan. 
Tumbuhan Sebagai Bahan Pengawet dan Pewarna di Kecamatan Rumbai Barat Wirdati Irma; Candra, Delia; Adinda Fitriani; Ayunica; Muhammad Sidik; Reska Amalia; Sherly Novela; Winda Nopita Sari
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/j941n798

Abstract

Artikel ini bertujuan mengidentifikasi tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pengawet dan pewarna alami melalui survei lapangan di Kecamatan Rumbai Barat, Kelurahan Muara Fajar Timur, Pekanbaru. Survei dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga pada empat RT untuk memperoleh data langsung mengenai jenis tanaman yang ditanam dan digunakan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan berbagai tumbuhan sebagai sumber aditif alami, diantaranya bawang merah, daun salam, sereh, lengkuas, sirih merah, dan kunyit sebagai pengawet, serta bayam, buah naga, bunga telang, anggur merah, pinang, dan pandan sebagai pewarna alami. Pemanfaatan ini tidak hanya berfungsi dalam meningkatkan mutu dan menambah warna pada makanan, tetapi juga mencerminkan pengetahuan tradisional masyarakat mengenai sifat antimikroba, antioksidan, dan pigmen alami dari setiap tanaman. Temuan ini menegaskan pentingnya pelestarian tanaman lokal sebagai alternatif aman dan ramah lingkungan pengganti bahan sintetis.