Kekerasan seksual terhadap anak merupakan permasalahan sosial yang terus meningkat dan berdampak serius terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan emosional anak. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kerentanan anak adalah rendahnya kualitas komunikasi interpersonal dalam keluarga, khususnya akibat tabu budaya dan keterbatasan literasi orang tua dalam membahas isu seksualitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model komunikasi interpersonal keluarga berbasis kearifan lokal dan teknologi digital sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak di Kelurahan Banjarsari, Kota Surakarta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan ibu-ibu PKK sebagai mitra aktif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan seminar dan pelatihan luring, pembuatan luaran, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan dengan melibatkan 32 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan kuesioner skala Likert, serta wawancara dan observasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan pendampingan orang tua dalam pencegahan kekerasan seksual terhadap anak, dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 50%. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan sikap berupa meningkatnya keterbukaan komunikasi orang tua–anak dan berkurangnya hambatan budaya dalam membahas isu seksualitas. Hasil pengabdian ini menegaskan bahwa penguatan komunikasi interpersonal keluarga berbasis komunitas dan kearifan lokal merupakan strategi penting dan berkelanjutan dalam mendukung upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak di tingkat keluarga.
Copyrights © 2026