Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi Bahasa Melayu Papua (selanjutnya disingkat BMP) dalam penulisan Laporan Akhir Program Kampus Mengajar Angkatan 4 di SD Negeri 33 Kota Sorong. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya penggunaan unsur BMP dalam karya ilmiah mahasiswa yang seharusnya menggunakan bahasa Indonesia baku. Dalam kajian sosiolinguistik, fenomena tersebut dikenal sebagai interferensi, yaitu masuknya unsur bahasa pertama ke dalam bahasa kedua yang umum terjadi pada penutur bilingual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 23 data yang mengandung interferensi BMP, yang terbagi ke dalam interferensi fonologis dan morfologis. Interferensi fonologis ditemukan secara terbatas, yaitu pada penggunaan kata tau dan suda. Sedangkan, interferensi morfologis merupakan bentuk yang dominan ditemukan dalam penelitian ini, meliputi penggunaan verba tanpa afiks, penggunaan bentuk kausatif kasih, serta intensifikasi tambah. Temuan ini menunjukkan bahwa latar bilingual mahasiswa masih berpengaruh kuat terhadap penggunaan bahasa Indonesia baku dalam penulisan akademik. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan bahasa Indonesia akademik yang lebih terarah, khususnya pada aspek morfologi.
Copyrights © 2026