Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Rancang Bangun Website Kampung Batu Lubang Pantai sebagai Destinasi Wisata dan Sarana Promosi Pariwisata Lina, Tirsa Ninia; Pormes, Frenny Silvia
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 10 No 2 (2024): Desember, 2024
Publisher : LPPM STT Terpadu Nurul Fikri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54914/jtt.v10i2.1416

Abstract

Kampung Batu Lubang Pantai is located in Makbon District, Sorong Regency, and is part of the marine tourism area in Southwest Papua. So far, tourists/visitors are primarily familiar with Tanjung Batu Lubang tourism, even though there are many other tourism potentials, such as beach tourism (Bainggik Beach, Bainggik Tengah, Klaswonik, Pasir Pendek, Kladimala, Tanjung Batu Lubang, Pasir Timbul), cultural attractions (A’len dance, Srar dance, Suling Tambur, traditional Moi Tribe houses), religious sites (Gospel Monument, Hill of the Cross), and local wisdom products (noken Banto, kal’uk head covers, kal’dala, kal’lagi, noken kwok ou ukisik, mats). This lack of awareness is due to the insufficient and incomplete dissemination of information, as well as the community’s limited understanding of IT utilization. The purpose of this research is to design and build a website for Kampung Batu Lubang Pantai to assist in spreading information related to village activities and tourist destinations, serving as a tourism promotion tool that can ultimately improve the welfare and economy of the community. The system development method uses the Waterfall model, which includes requirements, design, implementation, verification, and maintenance stages. The applications used include Balsamiq Mockups, draw.io, and Bracket Editor. The result of the research is a village website consisting of menus such as Beranda, Profil, Pemerintahan, Informasi, Galeri, Potensi, and Kontak. System testing using Black Box Testing showed that the menu functions were working well so that it could be handed over to the village.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA LAPORAN AKHIR PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 4 DI SD NEGERI 33 KOTA SORONG Pormes, Frenny Silvia; Sopaheluwakan, Prisilia
J-mace : Jurnal Penelitian Vol 4, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jmace.v4i2.61

Abstract

Kampus Mengajar adalah salah satu dari sembilan program dalam kebijakan Merdeka Belajar Kemendikbudristek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa yang dilakukan pada laporan akhir Kampus Mengajar Angkatan 4 di SD Negeri 33 Kota Sorong beserta pembetulannya, kemudian memberikan penyelesainnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data atau objek data penelitian ini bersumber dari laporan Kampus Mengajar Angkatan 4 di SD Negeri 33 Kota Sorong. Di dalam penyusunan penelitian ini terdiri dari empat tahap, yaitu pengumpulan data, identifikasi kesalahan, menjelaskan kesalahan, dan evaluasi kesalahan. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa bentuk kesalahan berbahasa yang terdapat di dalam laporan Kampus Mengajar Angkatan 4 adalah sebagai berikut, Kesalahan berbahasa dari tataran fonologi sebanyak 28 data. Sementara itu, bentuk kesalahan morfologi berjumlah 3 data. Dari segi kesalahan tataran sintaksis, ditemukan kesalahan sebanyak 8 data dan secara semantik terdapat 1 data kesalahan. Sedangkan berdasarkan kesalahan dalam penggunaan ejaan, ditemukan 10 data kesalahan penggunaan huruf kapital,   2 data kesalahan pemakaian huruf miring, 4 data kesalahan penggunaan kata berimbuhan di-, 5 data kesalahan pemakaian kata depan di, 1 kesalahan pemakaian partikel pun, 1 data kesalahan penggunaan angka.
CERMINAN MASYARAKAT RAJA AMPAT DALAM NOVEL INSOS KARYA BARDA HATTA: ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA IAN WATT Pormes, Frenny Silvia; Burdam, Helena Paula; Metanfanuan, Tia
J-mace : Jurnal Penelitian Vol 5, No 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jmace.v5i2.76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami cerminan kehidupan masyarakat Raja Ampat yang terdapat dalam Novel Insos karya Barda Hatta. Novel ini mengisahkan perjalanan tokoh Kuruwa, seorang pemudi Kampung Yellu, Distrik Misool, Kabupaten Raja Ampat yang merantau demi mengenyam pendidikan tinggi sebagai upaya untuk memutus mata rantai kemiskinan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang berpusat pada teori sosiologi sastra Ian Watt yang mengemukakan bahwa karya sastra merupakan cerminan masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga cerminan utama kondisi masyarakat Raja Ampat di dalam novel tersebut, antara lain keterbatasan ekonomi, keterbatasan infrastruktur (transportasi, komunikasi, dan fasilitas pendidikan) yang menjadi faktor penentu lahirnya keputusan tokoh utama dalam novel tersebut, dan munculnya budaya merantau sebagai strategi untuk mencari peluang sosial ekonomi. Temuan ini menegaskan bahwa novel Insos bukanlah sekadar narasi fiksi semata, melainkan merupakan representasi sosial yang merefleksikan realitas dan harapan masyarakat Raja Ampat.
Analisis Tindak Tutur Agus Salim Pada Siniar Curhat Bang Denny Sumargo Episode Disclaimer!! Jangan Nonton Kalu Ga Kuat Pormes, Frenny Silvia; Masan, Agustinus Lia
Jurnal Jendela Ilmu Vol 6, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/ji.v6i1.215

Abstract

Menurut KBBI siniar atau podcast adalah siaran (berita, musik, dan sebagainya) yang dibuat dalam format digital (baik audio maupun video) yang diunduh melalui internet. Salah satu siniar yang sangat diminati di Indonesia adalah siniar CURHAT BANG Denny Sumargo seorang mantan pebasket, aktor, dan pembawa acara. Pada episode Disclaimer!! Jangan nonton kalu Ga Kuat yang diunggah pada 24 September 2024 ini, Denny Sumargo, mengundang seorang korban penyiraman air keras bernama M. Agus Salim. Penggunaan bahasa yang digunakan oleh M. Agus Salim pada tayangan ini, sangat menarik untuk diteliti karena secara tidak langsung, tuturan yang digunakan mampu membangun empati para penonton untuk memberikan donasi guna membantu biaya pengobatannya. Donasi yang terkumpul berjumlah 1,5 miliar ini dikemudian hari menimbulkan polemik di masyarakat karena adanya dugaan penyalahgunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tindak tutur yang digunakan oleh M. Agus Salim pada siniar CURHAT BANG Denny Sumargo menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarakan hasil penelitian, ditemukan bahwa terdapat 5 bentuk tindak tutur lokusi, 6 tindak tutur ilokusi, dan 19 tindak tutur perlokusi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa memiliki peran penting dalam membentuk persepsi dan mempengaruhi seseorang dalam bertindak.
ANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL “MALIOBORO AT MIDNIGHT” KARYA SKYPHIRE Pormes, Frenny Silvia; Sopaheluwakan, Prisillia
J-mace : Jurnal Penelitian Vol 5, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jmace.v5i1.70

Abstract

Tujuan penelitian bagaimanakah penggunaan campur kode pada novel Malioboro at Midnight karya Skysphire. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi dengan kelompok sosial lain menggunakan bahasa. Kelompok sosial yang multikultural memungkinkan munculnya campur kode. Campur kode merupakan pemakaian dua bahasa atau ragam bahasa secara bersamaan dalam sebuah peristiwa tutur. Lazimnya, peristiwa campur kode dapat terjadi secara lisan, tetapi tidak menutup kemungkinan peristiwa tersebut dapat ditemui dalam bentuk tertulis, seperti pada komik, majalah bahkan novel. Penelitian ini akan membahas peristiwa campur kode pada novel Malioboro at Midnight karya Skysphire menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian terhadap novel Malioboro at Midnight, ditemukan campur kode ke dalam yang dapat ditemukan pada bahasa Indonesia dengan bahasa Betawi dan  bahasa Jawa. Sementara  pada campur kode ke luar, terjadi percampuran bahasa dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan bahasa Korea.