Demam merupakan suatu kondisi saat suhu tubuh meningkat akibat adanya respons tubuh terhadap pirogen endogen sehingga memicu produksi prostaglandin E₂ (PGE₂) melalui aktivasi enzim siklooksigenase-2 (COX-2). Mini Review ini bertujuan untuk membandingkan aspek farmakokinetik serta farmakodinamik pada obat antipiretik, yaitu paracetamol dan ibuprofen. Metode yang digunakan ialah tinjauan pustaka dari sumber-sumber ilmiah yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa antipiretik memiliki cara kerja yang berbeda baik dalam segi farmakokinetik maupun farmakodinamiknya. Cara kerja paracetamol pada sistem saraf pusat melalui mekanisme modulasi PGE₂ dan aktivasi TRPA1, sementara metabolismenya akan melibatkan jalur glukuronidasi dan sulfat. Sedangkan, ibuprofen adalah NSAID yang menghambat COX-1 dan COX-2 secara langsung yang akan menyebabkan penurunan produksi PGE₂ secara signifikan dengan absorbsi cepat dan terdapat ikatan protein plasma yang tinggi. Berdasarkan analisis artikel yang memenuhi kriteria inklusi menunjukkan bahwa ibuprofen memiliki onset penurunan suhu yang lebih cepat dibandingkan paracetamol sekitar 1-2 jam pertama, meskipun efektivitasnya akan sebanding dengan paracetamol setelah 4-6 jam sesudah pemberian. Oleh karena itu, kedua obat antipiretik, seperti paracetamol dan ibuprofen, efektif sebagai antipiretik meskipun terdapat perbedaan farmakokinetik dan farmakodinamiknya yang dapat dipertimbangkan saat pemilihan terapi.
Copyrights © 2025