Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memberikan peluang bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya mata kuliah yang memerlukan simulasi, eksperimen, dan analisis data seperti Mesin Konversi Energi. Artikel ini menganalisis permasalahan implementasi pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL) yang berbasis TIK, terutama terkait pemahaman mahasiswa, keterbatasan infrastruktur digital, pemanfaatan platform online seperti YouTube, dan kesiapan kompetensi dosen. Metode kajian dilakukan melalui studi literatur serta analisis konseptual terhadap implementasi PBL berbasis TIK di pendidikan tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan TIK dalam PBL menghadapi hambatan teknis, pedagogis, dan manajerial, sehingga diperlukan penguatan kompetensi mahasiswa dan dosen, perbaikan infrastruktur, dan manajemen pembelajaran yang lebih terstruktur. Artikel ini menawarkan rekomendasi manajerial untuk meningkatkan efektivitas PBL melalui penguatan kapasitas digital, optimalisasi sumber belajar daring, dan pendampingan teknologi.
Copyrights © 2026