Gaya hidup sedenter dan ketergantungan teknologi digital Generasi Z berpotensi menurunkan kemampuan motor educability yang krusial bagi pendidikan vokasi di SMK. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan tingkat kemampuan motor educability siswa Gen Z dan mengeksplorasi hubungan faktor psikososial serta lingkungan. Jenis penelitian menggunakan penelitian cross-sectional dengan 20 siswa menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui Iowa-Brace Test dan angket PPLA-Q, dianalisis dengan statistik deskriptif menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukan 50% siswa berada pada kategori rendah dengan rerata skor 22,15 (SD=8,34). Faktor psikososial menunjukkan kategori sedang-rendah (28,45±6,12), sementara faktor lingkungan tinggi (36,80±4,23). Ditemukan paradoks antara dukungan guru tinggi namun kemampuan motorik tetap rendah. Simpulan penelitian ini diperlukan transformasi pembelajaran PJOK yang mengintegrasikan penguatan psikologis (self-efficacy) dan optimalisasi fasilitas melalui pendekatan inovatif berbasis permainan.
Copyrights © 2026