Cendana (Santalum album L.) mengandung berbagai senyawa volatil, tumbuh di beberapa wilayah di Gunungkidul, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan profil kimia senyawa volatil Santalum album L. dari Nglanggeran, Wanagama, dan Petir; (2) membandingkan senyawa volatil cendana di ketiga lokasi tersebut; dan (3) merekomendasikan praktik silvikultur untuk Santalum album L. di masing-masing lokasi berdasarkan profil kimia volatilnya. Minyak atsiri diekstraksi dari sampel kayu tiga pohon yang dipilih secara acak di setiap lokasi menggunakan n-heksana dan dianalisis dengan GC-MS menggunakan kolom HP-5MS UI (30 m × 0,25 mm × 0,25 µm) dengan program suhu oven dari 50 °C hingga 280 °C selama 53 menit. Dari sembilan kromatogram ditemukan empat belas senyawa volatil valid, termasuk hidrokarbon alifatik (undekana, pentadekana, isomer trimetil dodekana) dan alkohol seskuiterpena (α-santalol, β-santalol). Profil kimia bervariasi antar lokasi tumbuh yang berbeda: sampel dari Petir menunjukkan kadar α-santalol tertinggi (9,25%) dan β-santalol (11,38%), yang memenuhi standar kualitas internasional, sementara Nglanggeran dan Wanagama didominasi oleh alkana (5,76–8,45%). Temuan ini konsisten dengan pengamatan global mengenai pengaruh asal benih (provenance) terhadap komposisi minyak Santalum album. Statistik deskriptif (rata-rata, rentang, koefisien variasi) digunakan untuk perbandingan lokasi, memberikan alternatif praktis untuk skrining silvikultur tahap awal. Protokol yang sederhana dan hemat biaya ini memungkinkan praktisi mengidentifikasi lokasi optimal untuk produksi minyak bernilai tinggi. Penelitian ini merekomendasikan Petir sebagai lokasi unggulan untuk hasil minyak premium dan menyarankan penerapan perlakuan stres terkendali di lokasi lain guna meningkatkan sintesis santalol. Secara keseluruhan, penelitian ini menyediakan kerangka kerja praktis untuk mengintegrasikan profil kimia GC-MS dalam pengambilan keputusan silvikultur dan mendukung verifikasi forensik asal Santalum album L. di masa depan. Kata kunci: Cendana (Santalum album L.); Profiling GC-MS; Gunungkidul; implikasi silvikultur; senyawa volatil kayu.
Copyrights © 2026