Artikel ini membahas feminisme Islam moderat di Indonesia melalui analisis pemikiran dan gerakan Fahmina Institute. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Fahmina Institute memaknai feminisme Islam, pendekatan epistemik yang digunakan dalam reinterpretasi teks keagamaan, serta strategi gerakan yang dikembangkan dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka terhadap dokumen, tulisan, dan publikasi yang relevan, baik dari Fahmina Institute maupun literatur feminisme Islam. Analisis dilakukan melalui pendekatan analisis pemikiran dan analisis wacana untuk mengkaji hubungan antara pemikiran teologis dan praktik sosial yang dijalankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fahmina Institute mengembangkan feminisme Islam moderat yang berlandaskan prinsip tauhid, keadilan, dan kemanusiaan, serta berorientasi pada transformasi sosial yang dialogis dan non-konfrontatif. Feminisme Islam diposisikan sebagai kerangka etis internal Islam, bukan sebagai ideologi eksternal yang bertentangan dengan ajaran agama. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa integrasi antara tradisi keilmuan pesantren, reinterpretasi kontekstual teks keagamaan, dan praktik advokasi sosial menjadi ciri utama gerakan Fahmina Institute. Artikel ini menyimpulkan bahwa Fahmina Institute berkontribusi signifikan dalam penguatan diskursus feminisme Islam kontekstual di Indonesia, baik pada level teologis, epistemik, maupun sosial, serta menunjukkan potensi organisasi berbasis pesantren sebagai agen perubahan dalam memperjuangkan kesetaraan gender.
Copyrights © 2026