Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Resepsi Isu Pelecehan Seksual Terhadap Pekerja Perempuan Pada Film Bombshell Saputra, Dadan
Jurnal Common Vol. 8 No. 1 (2024): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/common.v8i1.12474

Abstract

A real-life case at a well-known media company, Fox News in 2016, which was later made into a movie titled "Bombshell." This incident sparked the researcher's interest in exploring the audience's reception of the issue of sexual harassment of female workers presented in the movie. This incident sparked the researcher's interest in exploring the audience's reception of the issue of sexual harassment of female workers presented in the movie. Therefore, this study involved several female informants who work in various fields with diverse educational backgrounds and occupations. By using Stuart Hall's reception theory analysis, this research aims to understand and position the audience towards the messages contained in the movie "Bombshell" (2019). The research method applied is descriptive qualitative with a constructivist paradigm. Data collection was done through in-depth interviews to get in-depth perceptions from each informant. The results showed that the four informants were in The Dominant Hegemonic-Code Position. Although there are differences in answers to some questions per scene, this variability is influenced by the diverse work and life backgrounds of each informant, including education and employment. Thus, this difference provides a broader context in evaluating the audience's reception of the issue of sexual harassment raised in the movie "Bombshell" (2019).
Globalisasi dan Masa Depan Studi Agama: Relativisme, Kosmopolitanisme, dan Kerentanan Manusia Truna, Dody S.; Saputra, Dadan; Rosyad, H Rifky
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1696

Abstract

Globalisasi telah mengubah secara signifikan lanskap keberagamaan dan paradigma studi agama kontemporer. Intensifikasi mobilitas manusia, perkembangan teknologi komunikasi, serta pluralisasi budaya lintas batas negara mendorong agama keluar dari kerangka teritorial dan nasional menuju konfigurasi transnasional dan hibrid. Kondisi ini memperkuat relativisme sebagai konsekuensi epistemologis utama dalam studi agama, sekaligus menantang kemampuan disiplin ini dalam merespons konflik, krisis kemanusiaan, dan fragmentasi makna di tingkat global. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis masa depan studi agama dalam konteks globalisasi dengan menyoroti relasi antara relativisme, kosmopolitanisme, dan kerentanan manusia berdasarkan pemikiran Bryan S. Turner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review terhadap karya-karya teoretis dan penelitian terdahulu dalam bidang sosiologi agama, studi globalisasi, dan teori kosmopolitanisme. Analisis dilakukan secara tematik-konseptual untuk mengidentifikasi pola argumentasi, posisi epistemologis, serta implikasi normatif dari perdebatan akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa relativisme kultural yang dominan dalam studi agama bersifat tidak terhindarkan, namun memiliki keterbatasan sebagai dasar etika. Kosmopolitanisme muncul sebagai orientasi etis alternatif yang mengakui pluralitas agama sekaligus menuntut refleksivitas dan tanggung jawab lintas batas. Artikel ini menyimpulkan bahwa konsep kerentanan manusia dapat berfungsi sebagai landasan ontologis bersama yang mengikat kosmopolitanisme dan studi agama dalam dunia global yang rapuh dan saling terhubung. Dengan mengintegrasikan kesadaran akan kerentanan manusia, studi agama dapat melampaui pendekatan deskriptif semata dan berkontribusi pada pengembangan etika global yang peka terhadap pluralitas serta tanggung jawab kemanusiaan.
Feminisme Islam Moderat di Indonesia: Analisis Pemikiran dan Gerakan Fahmina Institute Saputra, Dadan; Solihin, Muhtar; Munir
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1697

Abstract

Artikel ini membahas feminisme Islam moderat di Indonesia melalui analisis pemikiran dan gerakan Fahmina Institute. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Fahmina Institute memaknai feminisme Islam, pendekatan epistemik yang digunakan dalam reinterpretasi teks keagamaan, serta strategi gerakan yang dikembangkan dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka terhadap dokumen, tulisan, dan publikasi yang relevan, baik dari Fahmina Institute maupun literatur feminisme Islam. Analisis dilakukan melalui pendekatan analisis pemikiran dan analisis wacana untuk mengkaji hubungan antara pemikiran teologis dan praktik sosial yang dijalankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fahmina Institute mengembangkan feminisme Islam moderat yang berlandaskan prinsip tauhid, keadilan, dan kemanusiaan, serta berorientasi pada transformasi sosial yang dialogis dan non-konfrontatif. Feminisme Islam diposisikan sebagai kerangka etis internal Islam, bukan sebagai ideologi eksternal yang bertentangan dengan ajaran agama. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa integrasi antara tradisi keilmuan pesantren, reinterpretasi kontekstual teks keagamaan, dan praktik advokasi sosial menjadi ciri utama gerakan Fahmina Institute. Artikel ini menyimpulkan bahwa Fahmina Institute berkontribusi signifikan dalam penguatan diskursus feminisme Islam kontekstual di Indonesia, baik pada level teologis, epistemik, maupun sosial, serta menunjukkan potensi organisasi berbasis pesantren sebagai agen perubahan dalam memperjuangkan kesetaraan gender.