Pakaian konduktif adalah salah satu perlengkapan keselamatan yang sangat penting pada pekerjaan dalam keadaan bertegangan (PDKB). Fungsi utama pakaian ini adalah untuk mendistribusikan arus listrik secara merata di sekitar tubuh pekerja. Oleh karena itu, kondisi fisik dan sifat konduktivitas pakaian konduktif harus tetap terjaga termasuk setelah proses pembersihan. Seiring meningkatnya pemakaian dan pencucian berulang dapat meningkatkan nilai tahanan pakaian konduktif. Penelitian dengan judul faktor yang memengaruhi nilai tahanan pakaian konduktif untuk pekerjaan bertegangan : studi empiris uji lab PLN Diklat Semarang bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pencucian baju konduktif, jumlah pencucian berulang, dan jarak elektrode pada saat pengujian terhadap peningkatan nilai tahanan baju konduktif. Metode analisis data yang digunakan adalah metode regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independen yaitu metode pencucian baju konduktif, jumlah pencucian berulang, dan jarak elektrode berpengaruh signifikan terhadap peningkatan nilai tahanan baju konduktif. Nilai koefisien regresi variabel metode pencucian bernilai positif sebesar 0,126, variabel jumlah pencucian berulang bernilai positif sebesar 0,04, dan variabel jarak elektrode bernilai positif sebesar 0,002.
Copyrights © 2026