Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN DEBU SAWIT TERFERMENTASI ASPERGILLUS NIGER PADA COMPLETE FEED TERHADAP NILAI EKONOMIS PAKAN DOMBA Rozi, Ahmad Fakhrur; Kalsum, Umi; Sumartono, Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penggunaan debu sawit terfermentasi Aspergillus niger pada Complete Feed terhadap nilai ekonomis pakan domba lokal. Menggunakan 24 ekor domba jantan bobot awal pada K1=16 kg - 21 kg pada K2= 24 kg - 29 kg dan pada K3= 30kg - 36 kg. Bahan yang digunakan adalah debu sawit, Aspergillus niger, pakan lengkap. Tekhnik berdasarkan RAK dengan model konsep empat  perlakuan dan 3 kelompok, tiap kelompok 2  domba. treatment berupa complete feed P0 = tidak menggunakan debu sawit. P1 = menggunakan debu sawit 10%. P2 = menggunakan 15% debu sawit. P3 = menggunakan 20% debu sawit. efisiensi pakan, biaya pakan perkilogram dan Income Over Feed Cost. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap biaya pakan perkilogram dan IOFC. Dari hasil Income Over Feed Cost, P0 =Rp 195325,33ᵃ/ekor, P1 =Rp 202865,00a, P2 =Rp 218118,67ᵇ, dan P3 =Rp 237525,00c/. Sedangkan Pada uji kelompok (IOFC) menunjukan K1= Rp,203232,75a,K2=Rp,2212150a, K3=Rp,224992,50b. Pada biaya pakan perkilogram penambahan berat isi badan P0 =Rp 23424,22ᶜ/ekor, P1 = Rp22853,43c, P2 = Rp 21732,75ᵇ, dan P3 = Rp 20522,41a. Pada uji kelompok K3= 21541,70a,K2=22255,14,ab, K1=22602,75b. Hasil penelitian menunjukan bahwa 20% debu sawit terfermentasi dalam ransum, efisien mengurangi  biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan menjadi 20522, sedangkan Income Over Feed Cost meningkat menjadi 237525, dan efisiensi pakan meningkat menjadi 14.77%.Kata Kunci : Debu sawit, Aspergillus niger, nilai ekonomis, kualitas pakan.
Faktor yang Memengaruhi Nilai Tahanan Pakaian Konduktif Pada Pekerjaan Bertegangan : Studi Empiris Uji Lab PLN Diklat Semarang Rozi, Ahmad Fakhrur; Assagaf, Aminullah
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1698

Abstract

Pakaian konduktif adalah salah satu perlengkapan keselamatan yang sangat penting pada pekerjaan dalam keadaan bertegangan (PDKB). Fungsi utama pakaian ini adalah untuk mendistribusikan arus listrik secara merata di sekitar tubuh pekerja. Oleh karena itu, kondisi fisik dan sifat konduktivitas pakaian konduktif harus tetap terjaga termasuk setelah proses pembersihan. Seiring meningkatnya pemakaian dan pencucian berulang dapat meningkatkan nilai tahanan pakaian konduktif. Penelitian dengan judul faktor yang memengaruhi nilai tahanan pakaian konduktif untuk pekerjaan bertegangan : studi empiris uji lab PLN Diklat Semarang bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pencucian baju konduktif, jumlah pencucian berulang, dan jarak elektrode pada saat pengujian terhadap peningkatan nilai tahanan baju konduktif. Metode analisis data yang digunakan adalah metode regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independen yaitu metode pencucian baju konduktif, jumlah pencucian berulang, dan jarak elektrode berpengaruh signifikan terhadap peningkatan nilai tahanan baju konduktif. Nilai koefisien regresi variabel metode pencucian bernilai positif sebesar 0,126, variabel jumlah pencucian berulang bernilai positif sebesar 0,04, dan variabel jarak elektrode bernilai positif sebesar 0,002.