Isu lingkungan pasca Perang Dunia II mengalami pergeseran signifikan dan kini dipandang sebagai bagian dari keamanan non-tradisional yang berimplikasi langsung terhadap keberlanjutan kehidupan manusia. Salah satu ancaman lingkungan yang semakin mendapat perhatian global adalah polusi mikroplastik di perairan tawar, termasuk Sungai Danube yang memiliki peran strategis bagi negara-negara Eropa, khususnya Hungaria. Sungai ini tidak hanya menjadi sumber utama air bersih, jalur transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga memiliki nilai ekologis dan historis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Hungaria dalam menangani polusi mikroplastik di Sungai Danube melalui kerja sama regional dalam kerangka International Commission for the Protection of the Danube River (ICPDR) pada periode 2024–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis data sekunder yang bersumber dari artikel ilmiah, buku, dokumen resmi, serta laporan kebijakan terkait. Analisis dilakukan dengan menggunakan konsep Green Politics dan Human Security untuk memahami dimensi lingkungan dan dampaknya terhadap keamanan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan polusi mikroplastik di Sungai Danube dilakukan melalui mekanisme kerja sama lintas negara yang meliputi pemantauan kualitas air, pertukaran data, harmonisasi kebijakan, serta penguatan kapasitas institusional. Upaya ini diperkuat oleh dukungan Uni Eropa melalui program seperti MicroDrink dan Aquatic Plastic (AQPLA) yang berfokus pada pengelolaan mikroplastik dan perlindungan sumber air minum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan kolaboratif melalui ICPDR mencerminkan praktik Green Politics yang menekankan tanggung jawab bersama dan keberlanjutan ekosistem, sekaligus menunjukkan bahwa polusi mikroplastik merupakan ancaman nyata terhadap keamanan manusia di kawasan Danube.
Copyrights © 2026