Penelitian ini bertujuan mengkaji peran lingkungan sekolah dalam menumbuhkan kepercayaan diri anak dengan keterlambatan bicara di TK Pangudi Luhur Vincentius dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan dan karakteristik spesifik setiap anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metodologi studi kasus. Wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi adalah beberapa metode yang digunakan untuk memperoleh data. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan kritis untuk memahami bagaimana lingkungan sekolah dapat dirancang dan dikelola untuk menciptakan atmosfer suportif yang mendorong perkembangan kepercayaan diri pada anak dengan keterlambatan bicara, mentransformasikan paradigma pendidikan dari model yang berfokus pada defisit menjadi pendekatan berbasis kekuatan, di mana kemampuan unik setiap anak diakui dan dipupuk melalui intervensi pendidikan yang personal. Miles dan Huberman"™s interactive model digunakan untuk melakukan analisis data kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perlunya lingkungan sekolah yang suportif yang mencakup empat komponen utama: interaksi positif guru-siswa, strategi penerimaan teman sebaya, metode komunikasi adaptif, dan aktivitas pembangunan kepercayaan diri. Temuan penelitian juga menyoroti pentingnya intervensi kolaboratif yang melibatkan pendidik, terapis wicara, orang tua, dan teman sebaya untuk menciptakan lingkungan suportif holistik yang menumbuhkan perkembangan kepercayaan diri pada anak dengan keterlambatan bicara.
Copyrights © 2026