Konflik sosial merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari kehidupan pendidikan berbasis asrama, termasuk di lingkungan Pesantren STITMA Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik yang sering terjadi serta menganalisis strategi pengelolaan dan penyelesaian konflik yang diterapkan oleh pihak pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan pengisian kuesioner daring (Google Form), dengan informan berupa santri dan pengurus pesantren yang terlibat atau menyaksikan konflik. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di Pesantren STITMA terbagi menjadi konflik vertikal antara santri dan pengurus yang didominasi masalah komunikasi, ketidakpuasan manajerial, dan persepsi ketidakadilan, serta konflik horizontal antar santri berupa bullying, senioritas, dan persoalan interpersonal. Strategi penyelesaian konflik dilakukan melalui nasihat, konseling, musyawarah, dan pengawasan langsung, namun efektivitasnya dipersepsikan berbeda oleh santri dan pengurus. Penelitian ini merekomendasikan penguatan komunikasi terbuka, evaluasi kebijakan secara berkala, serta pelatihan manajemen konflik bagi pengurus guna menciptakan lingkungan pesantren yang kondusif dan harmonis.
Copyrights © 2026