Latar belakang: Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada sektor pelayanan kesehatan publik, khususnya di rumah sakit daerah, masih menghadapi tantangan serius akibat ketidakseimbangan sistem kompensasi dan rendahnya pengelolaan kecerdasan emosional, yang berdampak pada motivasi pelayanan publik dan kepuasan kerja, sehingga berimplikasi langsung terhadap kualitas layanan dan efektivitas pencapaian tujuan organisasi, Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei, melibatkan 210 Aparatur Sipil Negara di RSUD Sawerigading Kota Palopo sebagai responden, yang dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) melalui perangkat lunak AMOS untuk menguji pengaruh kompensasi dan kecerdasan emosional terhadap kinerja ASN dengan mediasi motivasi pelayanan publik dan kepuasan kerja. Hasil penelitian:Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peningkatan motivasi pelayanan publik dan kepuasan kerja di RSUD Sawerigading Kota Palopo. Kesimpulan: kompensasi dan kecerdasan emosional berperan penting dalam meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara melalui penguatan motivasi pelayanan publik dan kepuasan kerja, sehingga pengelolaan kedua aspek tersebut menjadi strategi kunci dalam peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan organisasi sektor publik.
Copyrights © 2026