Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara analitik tentang “Pola Gerakan Dakwah Muhammadiyah di Buton Masa Orde Lama.”. Data-data dalam penelitian ini bersumber dari hasil wawancara mendalam, pengamatan dan telaah atas sejumlah dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian. Seluruh data dianalisis berdasarkan mekanisme dan proseudur kerja sejarah, yaitu: heuristik, kritik, intrepretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menyimpulkan: Pertama, gerakan dakwah Muhammadiyah di Buton setelah masa kemerdekaan dimulai pada tahun 1955. Dakwah Muhammadiyah pada masa ini, focus pada upaya mencerahkan akal budi, penguatan pengamalan agama dan menjauhkan masyarakat dari prilaku bid’ah,takhyul dan khurafat. Hingga tahun 1960 pola pendekatan dakwah Muhammadiyah di Buton didominasi model dakwah bi al-lisan (verbal) dan “cenderung” bersifat reaktif terhadap tradisi keberagamaan masyarakat setempat.Kedua Memasuki awal tahun 60-an, pola bi al-lisan (verbal) berpadu dengan aksi sosial dan pemberdayaan. Yaitu memberi santunan kepada kelompok lemah dan mendirikan lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Capain terpuji Muhammadiyah pada tahun 1961, ketika organ ini berhassil mendirikan sekolah Pendidikan Guru Agama Pertama (PGAP) di Bau-Bau.
Copyrights © 2025