Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap perubahan fisiologis yaitu mengindikasikan turunnya daya berkecambah benih, banyaknya jumlah benih abnormal benih kedelai. Faktor-faktor yang memengaruhinya meliputi asal atau sumber benih, kondisi lingkungan tumbuh, adanya kontaminasi di lapangan, keadaan pada periode antara masa lewat matang hingga sebelum dipanen, tahap pengeringan, penanganan, prosesing, serta cara penyimpanan. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yaitu faktor A= suhu simpan dan faktor B=lama simpan. Benih yang digunakan adalah varietas Anjasmoro sebanyak 4 kg, berasal dari BALITKABI (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi). Parameter yang diamati adalah potensi tumbuh (PT), daya berkecambah (DB), kecepatan tumbuh relatif (KcTR), keserampakan tumbuh (KsT), vigor kecambah (VK). Hasil penelitian diketahui bahwa suhu terbaik untuk menjaga kualitas benih kedelai adalah suhu refrigerator (5 0C) karena dapat menjaga kandungan karbohidrat, protein dan lemak. Kandungan biokimia yang terjaga dapat mempertahankan potensi tumbuh, viabilitas kecambah, keserampakan tumbuh (KsT), kecepatan tumbuh dan vigor kecambah benih kedelai.
Copyrights © 2025