Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi dialek bahasa Simalungun yang digunakan oleh masyarakat di daerah Seribudolok dan Raya Kahean. Meskipun berada dalam wilayah administratif yang sama, kedua daerah ini menunjukkan perbedaan kebahasaan yang cukup signifikan, terutama pada aspek fonologi, leksikon, dan morfologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif sosiolinguistik. Data penelitian diperoleh melalui daftar kosakata yang dikumpulkan dari penutur asli masing-masing wilayah. Analisis dilakukan dengan membandingkan bentuk-bentuk bahasa yang digunakan oleh dua kelompok penutur untuk melihat perbedaan bunyi, bentuk kata, dan pilihan kosakata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi fonologi terlihat pada perubahan bunyi tertentu, seperti palatalisasi, penghilangan atau penambahan konsonan, pelemahan bunyi, serta perubahan vokal. Variasi morfologi tampak pada perbedaan penggunaan afiks, perubahan bentuk dasar kata, serta perbedaan struktur kata dalam dua dialek. Sementara itu, variasi leksikal terlihat melalui penggunaan kata yang berbeda secara total untuk makna yang sama. Perbedaan-perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa faktor geografis, interaksi sosial, dan identitas lokal turut membentuk ragam dialek bahasa Simalungun. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya pendokumentasian bahasa daerah, pelestarian budaya lokal, dan pengembangan kajian sosiolinguistik di Indonesia.
Copyrights © 2026