Perawatan endodontik pada gigi anterior permanen non-vital dengan apeks terbuka merupakan tantangan bagi klinisi terkait dengan tidak adanya konstriksi apikal. Metode apeksifikasi dengan kalsium hidroksida membutuhkan waktu yang lama dan dapat melemahkan struktur dentin, sedangkan teknik apical plug dengan bahan biokeramik menawarkan hasil yang lebih prediktif dan efisien. Pasien perempuan berusia 20 tahun datang dengan keluhan perubahan warna pada gigi insisivus sentral kanan atas setelah mengalami trauma delapan tahun sebelumnya dan telah melakukan restorasi mandiri dengan bahan non-dental. Pemeriksaan klinis dan radiografis menunjukkan nekrosis pulpa dengan apeks yang terbuka disertai lesi periapikal. Perawatan dilakukan dengan pembentukan apical barrier menggunakan bioceramic putty, dilanjutkan obturasi saluran akar, preparasi pasak, insersi fiber post dengan semen resin adhesif, serta pembuatan inti komposit. Restorasi akhir berupa crown lithium disilikat dipasang dengan teknik sementasi adhesif. Evaluasi lima bulan menunjukkan tidak ada keluhan, pasien melaporkan kepuasan secara estetik, dan radiograf memperlihatkan tanda-tanda penyembuhan pada periapikal. Kombinasi apical plug dengan biokeramik, adhesi fiber post, dan crown lithium disilikat merupakan pendekatan konservatif sekaligus estetik yang dapat menjadi solusi pada manajemen gigi anterior non-vital dengan apeks terbuka.
Copyrights © 2025