Pengelolaan persediaan beras adalah hal penting dalam menjaga kelangsungan usaha perdagangan. Ketidakakuratan dalam menentukan jumlah dan masa pemesanan bisa menyebabkan pemborosan biaya, penumpukan barang, serta risiko kehabisan stok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara pengelolaan stok beras di Toko Nur Asia yang berada di Kota Banda Aceh dengan menerapkan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan fokus pada variabel-variabel utama seperti permintaan, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan waktu pengiriman. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa jumlah pesanan yang paling tepat berdasarkan metode EOQ adalah 327 karung per pesanan, dengan frekuensi pemesanan sekitar tujuh kali setahun, yang dapat mengurangi total biaya pemesanan dibandingkan menggunakan sistem konvensional. Sementara itu, hasil perhitungan ROP menunjukkan bahwa jumlah pemesanan kembali adalah 20 karung, yang berfungsi untuk mencegah terjadinya stok kosong selama masa menunggu pengiriman. Integrasi metode EOQ dan ROP ternyata membantu menciptakan sistem pengelolaan stok yang lebih efisien. Hal ini dapat meningkatkan kinerja operasional, memastikan pasokan tetap lancar, serta mendukung kelangsungan usaha Toko Nur Asia.
Copyrights © 2025