Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan kearifan lokal berupa anyaman tradisional dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas IV SD Negeri 3 Gobleg. Pendekatan kualitatif-kuantitatif (mixed methods) digunakan untuk memperoleh data empiris yang valid. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas IV. Instrumen yang digunakan meliputi tes pemecahan masalah matematis, lembar observasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara PBL dan konteks kearifan lokal secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa dan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah matematis kontekstual. Kontribusi utama studi ini terletak pada penggabungan nilai-nilai budaya lokal dalam kerangka pedagogi konstruktivis, memperkuat relevansi pendidikan dengan kehidupan nyata siswa. Studi ini merekomendasikan replikasi model serupa di daerah lain dengan kearifan lokal berbeda guna memperkuat pendidikan berbasis budaya.
Copyrights © 2025