Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi siswa kelas III sekolah dasar untuk belajar matematika dengan menggunakan permainan tradisional Bali, yaitu Curik-Curik. Sebagai bagian dari budaya lokal, permainan tradisional ini memiliki potensi besar untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, interaktif, dan kontekstual. Permainan Curik-Curik dipilih untuk situasi ini karena mengandung elemen strategi, kerja tim, dan keterlibatan aktif siswa. Semua elemen ini dianggap dapat meningkatkan motivasi belajar siswa untuk belajar, terutama dalam mata pelajaran yang sering dianggap membosankan dan sulit seperti matematika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, dengan tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi di masing-masing. Subjek penelitian adalah siswa kelas III di SD Negeri 1 Pakisan. Pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar siswa. Angket disusun berdasarkan unsur-unsur motivasi belajar seperti perhatian, ketekunan, ketertarikan, dan keyakinan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Curik-Curik tradisional secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa. Ini ditunjukkan dengan peningkatan skor rata-rata angket motivasi belajar dari siklus I ke siklus II, serta peningkatan partisipasi aktif dan antusiasme siswa selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, observasi menunjukkan bahwa siswa lebih fokus dan aktif berbicara. Penggunaan metode ini tidak hanya meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga menjaga nilai-nilai budaya lokal dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, permainan tradisional harus terus dikembangkan dan diteliti sebagai strategi pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
Copyrights © 2025