Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global akibat meningkatnya kasus resistensi obat khususnya terhadap isoniazid. Enzim enoyl-acyl carrier protein reductase (InhA) menjadi target penting karena berperan dalam biosintesis dinding sel Mycobacterium tuberculosis. Senyawa flavonoid seperti naringenin (aglikon) dan naringin (glikosida) berpotensi sebagai inhibitor InhA, namun perbandingan kelayakannya sebagai kandidat obat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan membandingkan afinitas ikatan Delta G Naringenin (aglikon) dan Naringin (glikosida) terhadap InhA PDB ID: 4TZK serta memprediksi profil kelayakan obat (LogP dan kepatuhan Lipinski’s Rule) untuk mengidentifikasi kandidat obat yang paling realistis. Perbandingan dilakukan berdasarkan skor Delta G dan binding energy (dibandingkan dengan kontrol positif) serta evaluasi LogP dan kepatuhan drug-likeness menggunakan aturan Lipinski. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa Naringin (glikosida) menghasilkan skor afinitas ikatan terbaik. Namun naringenin (aglikon) menunjukkan skor afinitas ikatan yang lebih baik dibandingkan kontrol positif (Isoniazid). Kesimpulan penelitian ini naringin unggul dalam skor binding energy mentah namun naringenin menjadi kandidat inhibitor InhA yang lebih baik karena mematuhi kriteria drug-likeness dan Lipinski’s Rule sehingga naringenin menjadi lebih realistis untuk pengembangan obat anti-TBs.
Copyrights © 2024