Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK LOTION EKSTRAK BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus) DENGAN VARIASI KONSENTRASI GLISERIL MONOSTEARAT Sari, Putri Rovita; Permatasari, Deliya Indah; Nurmaulawati, Rina
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2025): Volume 4, Nomor 4, Agustus 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v4i4.474

Abstract

Kulit merupakan pertahanan terluar manusia yang sering terkena paparan sinar matahari. paparan sinar matahari yang berlebihan dan terus menerus membuat kulit menua sebelum waktunya dan meningkatkan risiko beberapa keganasan kulit. Lotion menjadi altenatif utama untuk melindungi kulit dari risiko sinar matahari, namun produk berbahan kimia dalam lotion membuat kulit menjadi kering. Sehingga penelitian ini bertujuan memanfaatkan bahan alam dalam pengembangan sediaan lotion buah mentimun memiliki sifat antioksidan dan flavonoid yang dapat menyegarkan, serta untuk mengetahui konsentrasi gliseril monostearat yang baik pada lotion. Metode penelitian yang dilakukan secara eksperimental laboratorium meliputi pembuatan ekstrak, uji fitokimia, formulasi sediaan lotion dengan variasi konsentrasi gliseril monostearat 4,5%; 5%; 5,5% kemudian dilakukan uji mutu fisik yang meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat. Hasil uji fitokimia ekstrak etanol buah mentimun positif mengandung flavonoid, tanin dan saponin. Hasil uji mutu fisik menghasilkan organoleptik (semua formula memiliki warna puth dan bau buble gum, bentuk F1 dan F2 semi padat sedangkan F3 sedikit cair), nilai pH (F1 5,3; F2 5,2; F3 5,1), nilai daya sebar (F1 5,7; F2 5,2; F3 5,8) dan daya lekat (F1 5,2; F2 5,1; F3 4,8) yang memenuhi standar. Kesimpulan pada penelitian ini adalah konsentrasi gliseril monostearat 5,5% adalah konsentrasi terbaik
KOLABORASI PEMANFAATAN BAHAN ALAM INDONESIA–MALAYSIA DALAM EDUKASI DAN INOVASI PRODUK FARMASI BERBASIS OBAT TRADISIONAL Nurmaulawati, Rina; Sari, Trisiyana Sholika; Sari, Putri Rovita; Natawaskita, Kuncoro; Harun, Nurhidayati; Hariadha, Enti
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i6.640

Abstract

Indonesia dan Malaysia memiliki kekayaan bahan alam yang berpotensi besar sebagai sumber bahan baku obat tradisional. Namun, pemanfaatannya di masyarakat masih didominasi pendekatan empiris tanpa dukungan edukasi kefarmasian terkait mutu, keamanan, dan efektivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan bahan alam Indonesia–Malaysia melalui edukasi dan inovasi produk farmasi berbasis obat tradisional. Metode yang digunakan meliputi edukasi daring melalui Zoom, diskusi interaktif, serta demonstrasi virtual pengolahan bahan alam menjadi sediaan obat tradisional sederhana. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, pelaku UMKM herbal, dan mahasiswa farmasi di Indonesia dan Malaysia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai identifikasi bahan alam, proses pengolahan yang benar, serta aspek keamanan dan regulasi obat tradisional. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi lintas negara dan mendukung pemanfaatan bahan alam secara aman, bermutu, berkhasiat, dan berkelanjutan
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 60% DAUN UBI JALAR UNGU MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN STANDAR PEMBANDING QUERCETIN Waskita, Kuncara Nata; Mustika, Adinda Chandras; Rosalina, Vivi; Sari, Putri Rovita
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v4i6.629

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat dan mencegah proses oksidasi dari radikal bebas. Antioksidan dibedakan menjadi dua, yaitu antioksidan buatan dan antioksidan alami. Antioksidan buatan dihasilkan melalui sintesis reaksi kimia, sedangkan antioksidan alami berasal dari tanaman. Daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu sumber antioksidan alami karena mengandung antosianin, yaitu metabolit sekunder golongan flavonoid, serta tannin yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.). Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah maserasi terhadap serbuk simplisia daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) menggunakan pelarut etanol 60%. Kandungan antosianin dianalisis secara kualitatif dengan uji warna (skrining fitokimia), sedangkan aktivitas antioksidan dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picryhydrazyl) dengan spektrofotometri UV-Vis pada konsentrasi 5, 10, 15, 20, dan 25 ppm. Pada penelitian ini menggunakan quercetin sebagai standar pembanding dengan konsentrasi yang sama. Nilai aktivitas antioksidan dinyatakan dalam bentuk IC50. Hasil menunjukkan adanya senyawa antosianin pada ekstrak yang ditandai dengan warna cokelat kehitaman yang memudar. Nilai IC50 ekstrak etanol 60% daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) sebesar 13,40 mg/L, sedangkan IC50 quercetin sebesar 36,15 mg/L. Kesimpulan dari penelitian ini, kedua sampel tergolong antioksidan sangat kuat karena memiliki nilai IC50 < 50 mg/L
Optimasi Formula Emulgel SNEDDS Naringenin sebagai Sediaan Antibakteri dengan Metode D-Optimal Mixture Design Candra, Dhimas Tiya; Kuncahyo, Ilham; Rahmawati, Ismi; Sari, Putri Rovita
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1049

Abstract

Narigenin merupakan flavonoid dengan aktivitas sebagai antimikroba, namun kenyataanya kelarutan dalam air rendah, sehingga memerlukan formulasi sediaan emulgel Self nanoemulsifying drug delivery system (SNEDDS). Tujuan penelitian ini adalah dengan menggunakan software design expert diharapkan dapat menemukam formula optimal sebagai antibakteri yang disebut emulgel naringenin SNEDDS. Penelitian ini menggunakan pendekatan D-Optimal Mixture Design untuk mengoptimalkan formula emulgel naringenin SNEDDS dengan berbagai konsentrasi Na-CMC, HPMC, dan propilen glikol dengan mempertimbangkan parameter kritis berupa daya lekat, daya sebar dan viskositas. Pengujian aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram selanjutnya evaluasi SNEDDS meliputi zeta potensial, ukuan partikel, dan persen transmitan dan drug load. Kombinasi emulgel naringenin SNEDDS yang paling efektif dengan Na CMC 4,2%,propilenglikol 13,2% dan HPMC 2,6%. Efektivitas antibakteri ditingkatkan oleh formulasi emulgel naringenin SNEDDS yang baru dikembangkan.
Edukasi pengenalan golongan obat sebagai upaya pencegahan efek samping obat Sari, Putri Rovita; Abdullah, Iqbal Wahib; Atmajaningtyas, Agatha Tyva Julian
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i11.2228

Abstract

Background: Self-medication is still widespread among the public, but often lacks adequate understanding of safety aspects. Lack of knowledge regarding drug classes, dosage and usage, indications, contraindications, and expiration dates potentially increases the risk of side effects. This situation emphasizes the importance of ongoing health education so that the public can use medications appropriately, safely, and according to regulations. Purpose: To increase public knowledge regarding drug classes, including dosage and usage, indications, contraindications, and expiration dates. Method: The community service activity was conducted on December 20, 2025, from 10:00–12:00 WIB in Kedungputri Village, Paron District, Ngawi Regency, East Java. Thirty women aged 30–60 years old were selected using purposive sampling. To evaluate the level of knowledge in this activity, we compared the accumulated answers from respondents before the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test). Results: The average level of knowledge of respondents regarding drug classification before the pre-test was 41.0% with a standard deviation of 8.32, increasing to 91.7% with a standard deviation of 3.59 after the post-test. Conclusion: The educational activity, which introduced drug classification, dosage, indications, contraindications, and expiration dates, significantly increased respondents' knowledge and understanding of drug use. The interactive community service program proved highly effective in educating respondents about drug classification as a way to prevent side effects. Suggestion: It is hoped that education regarding the proper and correct use of drugs should be continued, involving the health care team and involving all family members. This is important because achieving good health depends not only on the mother's knowledge but also on the understanding and involvement of the entire family in the proper and safe use of drugs. Keywords: Drug classification; Drug side effects; Drug use; Health education Pendahuluan: Penggunaan obat secara mandiri masih marak dilakukan oleh masyarakat, namun sering kali tidak disertai pemahaman yang memadai mengenai aspek keamanan. Minimnya pengetahuan terkait golongan obat, dosis dan cara pakai, indikasi, kontraindikasi, serta tanggal kadaluwarsa berpotensi meningkatkan risiko terjadinya efek samping obat. Kondisi ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan yang berkelanjutan agar masyarakat mampu menggunakan obat secara tepat, aman, dan sesuai aturan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai golongan obat meliputi dosis dan cara pakai, indikasi, kontraindikasi, serta tanggal kadaluwarsa. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 20 Desember 2025 pukul 10.00–12.00 WIB di Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Peserta berjumlah 30 orang ibu-ibu berusia 30–60 tahun yang dipilih secara purposive sampling untuk menjadi responden. Sebagai evaluasi tingkat pengetahuan dalam kegiatan ini dengan membandingkan akumulasi jawaban dari responden sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan setelah kegiatan edukasi (post-test). Hasil: Menunjukkan bahwa rerata tingkat pengetahuan responden dalam kategori baik tentang penggolongan obat sebelum kegiatan edukasi (pre-test) adalah sebesar 41.0% dengan standar deviasi 8.32 meningkat menjadi sebesar 91.7% dengan standar deviasi 3.59 setelah kegiatan edukasi (post-test). Simpulan: Kegiatan edukasi pengenalan mengenai penggolongan obat, dosis, indikasi, kontraindikasi, serta tanggal kadaluwarsa memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang cukup signifikan terhadap responden dalam menggunakan obat-obatan. Program pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan interaktif terbukti sangat efektif dalam mengedukasi pengenalan golongan obat sebagai upaya pencegahan efek samping obat. Saran: Diharapkan, edukasi mengenai cara dan tatalaksana penggunaan obat yang baik dan benar perlu dilanjutkan dengan melibatkan tim petugas kesehatan serta diikuti oleh seluruh anggota keluarga. Hal ini penting karena pencapaian derajat kesehatan tidak hanya bergantung pada pengetahuan ibu, tetapi juga pada pemahaman dan keterlibatan seluruh keluarga dalam penggunaan obat yang tepat dan aman.
Studi Komparatif Molecular Docking Naringenin (Aglikon) dan Naringin (Glikosida) terhadap Enzim Enoyl-acyl carrier protein reductase (InhA) Mycobacterium tuberculosis Wahid, Iqbal; Atmajaningtyas, Agatha Tyva Julian; Sari, Putri Rovita
Mantra Bhakti Vol. 2 No. 1: Desember 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/mb.v2i1.869

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global akibat meningkatnya kasus resistensi obat khususnya terhadap isoniazid. Enzim enoyl-acyl carrier protein reductase (InhA) menjadi target penting karena berperan dalam biosintesis dinding sel Mycobacterium tuberculosis. Senyawa flavonoid seperti naringenin (aglikon) dan naringin (glikosida) berpotensi sebagai inhibitor InhA, namun perbandingan kelayakannya sebagai kandidat obat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan membandingkan afinitas ikatan Delta G Naringenin (aglikon) dan Naringin (glikosida) terhadap InhA PDB ID: 4TZK serta memprediksi profil kelayakan obat (LogP dan kepatuhan Lipinski’s Rule) untuk mengidentifikasi kandidat obat yang paling realistis. Perbandingan dilakukan berdasarkan skor Delta G dan binding energy (dibandingkan dengan kontrol positif) serta evaluasi LogP dan kepatuhan drug-likeness menggunakan aturan Lipinski. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa Naringin (glikosida) menghasilkan skor afinitas ikatan terbaik. Namun naringenin (aglikon) menunjukkan skor afinitas ikatan yang lebih baik dibandingkan kontrol positif (Isoniazid). Kesimpulan penelitian ini naringin unggul dalam skor binding energy mentah namun naringenin menjadi kandidat inhibitor InhA yang lebih baik karena mematuhi kriteria drug-likeness dan Lipinski’s Rule sehingga naringenin menjadi lebih realistis untuk pengembangan obat anti-TBs.