Lirik lagu populer sering direduksi sekadar sebagai artefak hiburan, padahal memiliki potensi kuat untuk mengintervensi psikologi pendengar. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya perlokusi dan mekanisme konstruksi emosi dalam lirik lagu “Ibu” karya Iwan Fals. Menggunakan metode deskriptif-analitis berbasis kritik sastra pragmatik, penelitian ini membedah struktur tindak tutur teks terhadap pembaca implisit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik tersebut bekerja melalui strategi "estetika penderitaan" yang sistematis. Ditemukan tiga mekanisme pragmatik utama yaitu penggunaan citraan viseral (darah, nanah) sebagai terapi kejut untuk memantik empati fisik, narasi retrospektif yang membangun ruang aman psikologis, serta pertanyaan retoris yang menanamkan rasa bersalah konstruktif (constructive guilt). Temuan ini menegaskan bahwa pengarang menggunakan deskripsi realitas fisik yang menyakitkan untuk meruntuhkan ego pendengar. Lirik lagu “Ibu” beroperasi sebagai instrumen komunikasi pragmatik yang efektif dalam merekayasa kesadaran afektif dan moral pembaca.
Copyrights © 2026