Jurnal Riksa Cendikia Nusantara
Vol. 2 No. 2 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Februari 2026

Dampak Perang Sunggal terhadap pembentukan identitas sosial dan budaya Masyarakat Sunggal Tahun 1872-1895

Rauf, Baharudin (Unknown)
Paralihan, Hotmatua (Unknown)
Yasmin, Nabila (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Feb 2026

Abstract

Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana dampak Perang Sunggal (1872–1895) dalam membentuk identitas sosial dan budaya masyarakat Sunggal. Kajian ini menelusuri transformasi struktur sosial, pergeseran nilai budaya, dan ekspresi resistensi terhadap kolonialisme Belanda dan elit lokal yang pro-kolonial. Penelitian ini membahas karakteristik perlawanan masyarakat adat Sunggal terhadap konsesi tanah oleh Kesultanan Deli kepada perusahaan tembakau Belanda serta bentuk-bentuk resistensi simbolik dan identitas kolektif yang muncul pascaperang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembentukan identitas sosial dan budaya masyarakat Sunggal sebagai dampak dari konflik kolonial. Metode yang digunakan adalah metode sejarah kualitatif dengan pendekatan interdisipliner. Teknik pengumpulan data terdiri dari empat macam, yaitu studi pustaka, dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Teknik wawancara dilakukan melalui wawancara semi-struktural dengan tokoh adat dan sejarawan lokal, sedangkan dokumentasi dilakukan dengan menganalisis arsip kolonial dan foto-foto sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perang Sunggal (1872–1895) merupakan peristiwa penting yang menandai perlawanan terhadap kolonialisme Belanda sekaligus menjadi tonggak pembentukan identitas sosial dan budaya masyarakat Sunggal. Perang ini muncul sebagai reaksi atas politik konsesi dan perampasan tanah adat oleh kolonial yang didukung elite komprador Kesultanan Deli. Dipimpin Badiuzzaman Surbakti, perlawanan tidak hanya bersifat teritorial, tetapi juga mempertahankan martabat, nilai-nilai, dan struktur sosial adat. Dampaknya bersifat multidimensional: secara politik mengakhiri otonomi lokal; secara sosial menyebabkan dislokasi dan perubahan struktur kekerabatan; secara ekonomi memunculkan proletarisasi; dan secara budaya memicu transformasi adat serta revitalisasi simbol identitas lokal. Identitas sosial masyarakat pascaperang dibentuk melalui dialektika antara dominasi kolonial dan memori kolektif.Penelitian ini sesuai dengan teori identitas budaya (Stuart Hall), resistensi simbolik (James C. Scott), identitas sosial (Henri Tajfel), serta teori konflik sosial (Karl Marx dan Lewis Coser) sebagai landasan teoritik dan sekaligus sebagai pisau kritik terhadap narasi hegemonik kolonial.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jrcn

Publisher

Subject

Religion Agriculture, Biological Sciences & Forestry Arts Humanities Astronomy Computer Science & IT Decision Sciences, Operations Research & Management Earth & Planetary Sciences Education Environmental Science Health Professions Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Public Health Social Sciences Other

Description

Jurnal Riksa Cendikia Nusantara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin published by Lembaga Riset Mandiri Nusantara that published in multidisciplinary fields, covering the fields of Education, Psychology, Law, Economics, Religions, Education, Health, Engineering, Public Policy, Tourism, Social and Politics, ...