Kecenderungan siswa mengalami ledakan emosi, seperti mudah marah, frustasi, dan perilaku agresif di lingkungan sekolah menjadi masalah psikososial yang perlu mendapat perhatian serius. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu siswa mengontrol emosi secara positif melalui layanan bimbingan kelompok dalam mewujudkan sekolah yang ramah emosi. Metode yang digunakan meliputi tahap asesmen kebutuhan, pelaksanaan layanan bimbingan kelompok, serta evaluasi perkembangan pengendalian emosi siswa. Kegiatan dilakukan pada siswa SMP Swasta Silinda yang memiliki kecenderungan emosi negatif berdasarkan hasil observasi dan wawancara guru BK. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam mengenali emosi diri, mengelola kemarahan, serta berkomunikasi asertif dalam kelompok. Program ini juga menumbuhkan iklim sekolah yang lebih empatik dan suportif. Pengabdian ini merekomendasikan agar sekolah mengintegrasikan program bimbingan kelompok berbasis regulasi emosi ke dalam kegiatan bimbingan rutin.
Copyrights © 2026