Penggunaan benih bermutu sebagai bahan tanam hanya dapat dicapai melalui penelitian, pengkajian dan evaluasi kemudian dilakukan transfer teknologi kepada Petani. Kegiatan pengabdian Masyarakat dalam bentuk penyuluhan/penyadaran, pelatihan dan pendampingan untuk mentransfer teknologi melalui pemberdayaan kelompok, berlangsung selama enam bulan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyadarkan atau melatih dan mendampingi petani dalam budidaya bawang merah untuk memperoleh hasil panen yang berkualitas dan mendorong petani agar mampu memproduksi benih lokal sendiri, sehingga benih lokal yang tersedia memiliki mutu yang tepat dan jumlah yang cukup. Transfer teknologi produksi bawang merah dilakukan pada petani di Desa Saenam Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Tim pengabdi dan petani bersama-sama menerapkan teknologi produksi bawang merah. Inovasi teknologi produksi benih yang diterapkan yaitu budidaya bawang merah menggunakan true shallot seed (TSS) dan benih umbi yang diberi perlakuan Plant Growth Promotion Rhizobacteria (PGPR) kemudian dikolaborasikan dengan kearifan lokal petani bawang di Desa Saenam. Dari kegiatan ini, masyarakat mitra mampu meningkatkan pengetahun berkaitan dengan teknologi produksi benih umbi maupun benih biji (true shallot seed) serta menyadarkan mereka agar mengurangi penggunaan pupuk atau pestisida kimia dalam budidaya bawang merah lokal.
Copyrights © 2026