Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia menyebabkan peningkatan biaya produksi dan penurunan kualitas tanah secara berkelanjutan. Di sisi lain, limbah organik pertanian dan rumah tangga di pedesaan belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mentransformasikan limbah organik menjadi pupuk bernilai ekonomis guna meningkatkan kemandirian dan efisiensi usaha tani pada Kelompok Tani Hidup Baru di Kelurahan Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11–20 Mei 2025 dengan melibatkan 29 peserta yang terdiri dari 20 anggota kelompok tani, 4 mahasiswa, dan 5 dosen. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisal) melalui tahapan survei, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi kuantitatif berbasis pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 56,4 menjadi 84,2 (peningkatan 49,29%). Produksi pupuk organik padat mencapai 1.250 kg dan pupuk organik cair 300 liter per siklus. Analisis kelayakan usaha menunjukkan nilai Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 1,78 yang menandakan usaha layak dikembangkan. Program ini mampu menekan biaya pupuk hingga 32% per musim tanam serta membuka peluang usaha berbasis kelompok. Kata kunci: limbah organik, pupuk organik, pemberdayaan masyarakat, analisis ekonomi, pertanian berkelanjutan
Copyrights © 2025