Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kerendahan hati sebagai fondasi efektivitas pelayanan Kristen melalui studi eksegetis Kisah Para Rasul 18:24-28. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas pelayanan gereja yang sering menekankan kompetensi, karisma, dan performa, namun kurang memberi perhatian pada pembentukan karakter rohani pelayan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegetis-teologis terhadap teks Alkitab, didukung oleh kajian literatur teologi biblika dan pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Apolos merupakan figur pelayan yang memiliki kompetensi dan semangat tinggi, tetapi mengalami keterbatasan teologis yang kemudian diperbarui melalui sikap kerendahan hati dan kesiapan untuk diajar. Kerendahan hati memungkinkan Apolos menerima pembinaan, mengalami pertumbuhan pemahaman iman, dan pada akhirnya melayani secara lebih efektif dan berdampak bagi jemaat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pelayanan Kristen tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual atau retorika, melainkan terutama oleh karakter rohani yang terbuka terhadap pembelajaran dan karya kasih karunia Allah. Temuan ini menegaskan bahwa kerendahan hati merupakan prinsip teologis mendasar dalam formasi dan praksis pelayanan Kristen yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025