Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Panduan Moral di Era Modern: Refleksi Penebusan dalam Kitab Kejadian Sitinjak, Johan Natanael; Duha, Sang Putra Immanuel; Habel, Delayda
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v2i2.85-96

Abstract

Era modern ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi, budaya, dan sistem sosial yang membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat. Kemajuan ini memberikan dampak positif, namun juga menimbulkan tantangan moral, terutama dalam mempertahankan nilai-nilai spiritual. Kitab Kejadian sebagai bagian dari Perjanjian Lama memiliki peran penting dalam membentuk moralitas dan memberikan pedoman bagi kehidupan manusia di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi nilai-nilai moral dalam Kitab Kejadian sebagai panduan kehidupan di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, di mana berbagai sumber teologis dan penelitian terdahulu dikaji untuk memahami implikasi moral Kitab Kejadian dalam konteks saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kejatuhan dan penebusan dalam Kitab Kejadian memberikan perspektif moral yang kuat bagi masyarakat modern. Prinsip-prinsip yang diajarkan, seperti ketaatan, tanggung jawab, dan penebusan, dapat menjadi landasan dalam menghadapi tantangan etika akibat perkembangan zaman. Selain itu, studi ini menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai spiritual dapat membantu individu dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan berlandaskan iman. Kesimpulannya, Kitab Kejadian tetap relevan sebagai panduan moral bagi masyarakat modern. Dengan memahami dan menerapkan ajaran yang terkandung di dalamnya, manusia dapat mempertahankan nilai-nilai moral dan spiritual di tengah dinamika perubahan zaman.
Kekuatan Roh Kudus: Membangun Iman di Tengah Keterbatasan dan Ketidakpastian Zaman Modern Sitinjak, Johan Natanael; Harefa, Otieli
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v2i2.150-161

Abstract

Perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang cepat di era modern telah menciptakan berbagai keterbatasan dan ketidakpastian yang memengaruhi kehidupan rohani umat Kristen. Banyak orang percaya mengalami kekeringan spiritual, keraguan iman, dan kesulitan dalam mempertahankan komitmen kepada Tuhan. Dalam situasi ini, peran Roh Kudus menjadi sangat penting sebagai sumber kekuatan, penghiburan, dan pembaruan iman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana kekuatan Roh Kudus membangun dan memperteguh iman umat Kristen dalam menghadapi tantangan zaman. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (literature review), melalui analisis isi terhadap Alkitab, literatur teologi sistematik, artikel ilmiah, dan sumber-sumber relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Roh Kudus memperbarui batin, menumbuhkan buah-buah roh, memberikan kuasa untuk bersaksi, dan membimbing umat dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kehendak Allah. Roh Kudus juga memperlengkapi gereja dan generasi muda untuk bertahan, bertumbuh, dan berdampak di tengah derasnya arus perubahan zaman modern. Dengan demikian, pemahaman yang benar dan pengalaman yang nyata akan karya Roh Kudus sangat diperlukan untuk menjaga vitalitas iman dan membentuk spiritualitas Kristen yang kuat, kontekstual, dan relevan.
Murka yang Membinasakan atau Kasih yang Memulihkan: Membaca Ulang Mikha 2:1-13 dalam Krisis Moral Kontemporer Sitinjak, Johan Natanael; Duha, Sang Putra Immanuel; Kudadiri, William Natanael; Boniface, Catherine
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i1.1-14

Abstract

Kitab Mikha 2:1-13 menyingkap ketegangan teologis antara murka Allah yang membinasakan dan kasih-Nya yang memulihkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh relevansi pesan Mikha dengan krisis moral kontemporer, khususnya praktik ketidakadilan, korupsi, dan penindasan sosial di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menafsirkan secara mendalam pesan teologis Mikha 2:1-13 dengan pendekatan ekspositori, menegaskan keterkaitan antara penghukuman dan pemulihan, serta menunjukkan signifikansinya bagi gereja masa kini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka, yang melibatkan analisis terhadap Kitab Mikha sebagai sumber primer serta literatur klasik dan kontemporer sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosa yang dirancang secara sadar dan struktural (ay. 1-11) mendatangkan hukuman Allah yang tegas, yang tidak hanya merusak aspek sosial tetapi juga memutuskan relasi umat dengan Allah. Namun, janji pengumpulan kembali umat (ay. 12-13) menegaskan kasih Allah yang memulihkan identitas rohani dan sosial umat perjanjian. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penghukuman dan pemulihan merupakan satu kesatuan dalam teologi kenabian, yang menuntut gereja masa kini untuk menggabungkan suara profetik melawan dosa dengan pewartaan kasih yang menghadirkan pemulihan.
Multitafsir Eskatologis dalam Era Postmodern: Tantangan terhadap Integritas Doktrin Gereja Kontemporer Sitinjak, Johan Natanael; Otieli Harefa
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i1.37-50

Abstract

Era postmodern membawa perubahan besar terhadap cara manusia memahami kebenaran, termasuk dalam teologi Kristen. Pandangan postmodern yang menolak klaim kebenaran absolut mendorong munculnya multitafsir terhadap ajaran eskatologis gereja. Kondisi ini menghadirkan dinamika baru bagi gereja kontemporer, baik sebagai peluang untuk memperkaya refleksi iman maupun sebagai tantangan terhadap integritas doktrin. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh multitafsir eskatologis di era postmodern terhadap integritas doktrin gereja serta menawarkan pendekatan teologis yang relevan bagi konteks masa kini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis teologis dan hermeneutika kontekstual terhadap literatur teologi sistematika dan filsafat postmodern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multitafsir eskatologis dapat memperluas pemahaman iman dan membuka ruang dialog teologis, namun juga berpotensi melemahkan otoritas Alkitab jika tidak berakar pada kerangka hermeneutik yang berpusat pada Kristus. Gereja perlu meneguhkan kembali dasar teologinya agar tetap kontekstual tanpa kehilangan kemurnian doktrin. Dengan demikian, pluralitas tafsir eskatologis dapat menjadi sarana pembaruan iman yang tetap berpijak pada kebenaran Alkitab.
Sejarah yang Tersembunyi: Kontribusi Perempuan dalam Pengembangan Gereja di Indonesia Sitinjak, Johan Natanael; Nahak, Aprilius
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/juilmu.v3i1.82-94

Abstract

Sejarah perkembangan gereja di Indonesia selama ini cenderung menampilkan peran tokoh laki-laki sebagai aktor utama, sehingga kontribusi perempuan sering kali terpinggirkan dan kurang terdokumentasikan secara sistematis. Kondisi ini menimbulkan ketimpangan dalam pemahaman historiografi gereja serta berdampak pada pengakuan peran perempuan dalam kehidupan bergereja masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengungkap kontribusi perempuan dalam pengembangan gereja di Indonesia sebagai subjek historis yang aktif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dengan menganalisis berbagai sumber tertulis seperti buku sejarah gereja, jurnal ilmiah, dokumen gerejawi, dan kajian teologis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran signifikan dalam pendidikan iman, pelayanan diakonia, pembinaan jemaat, serta kepemimpinan dalam ruang-ruang non-formal gereja. Namun, kontribusi tersebut sering tidak memperoleh pengakuan struktural dan historis akibat pengaruh budaya patriarkal dan penafsiran teologis yang bias gender. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan rekonstruksi sejarah gereja yang inklusif dan kritis agar peran perempuan diakui secara adil, sekaligus mendorong pembaruan paradigma pelayanan dan kepemimpinan gereja di Indonesia.
Pembelajaran Holistik di Tengah Revolusi AI: Tantangan Etika dan Spiritualitas dalam Pendidikan Kristen Manalu, Nugroho Agustinus; Sitinjak, Johan Natanael; Purba, Angga
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i1.68-83

Abstract

Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pembelajaran, termasuk dalam konteks pendidikan Kristen. Di satu sisi, AI menawarkan peluang untuk meningkatkan efektivitas dan personalisasi pembelajaran, namun di sisi lain memunculkan tantangan etika dan spiritualitas yang berpotensi menggeser tujuan pendidikan Kristen yang holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran AI dalam pembelajaran pendidikan Kristen serta mengkaji tantangan etika dan spiritualitas yang muncul di tengah revolusi AI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis konseptual-teologis terhadap literatur pendidikan, teologi Kristen, dan etika teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berperan positif dalam mendukung aspek kognitif dan pengelolaan pembelajaran, tetapi memiliki keterbatasan dalam menjaga martabat manusia, relasi personal, serta formasi iman peserta didik. Pembelajaran holistik ditemukan sebagai kerangka yang relevan untuk mengintegrasikan AI secara kritis dan bertanggung jawab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dalam pendidikan Kristen harus berlandaskan etika dan spiritualitas Kristen, dengan menempatkan teknologi sebagai sarana pendukung, bukan pusat pembelajaran, sehingga tujuan pembentukan manusia seutuhnya tetap terjaga.