Perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat, disertai dengan intensitas penggunaan gawai yang semakin tinggi, menjadikan kajian mengenai pengaruhnya terhadap budaya lokal sebagai isu yang semakin penting dan mendesak. Kondisi ini terutama relevan bagi masyarakat yang sedang berada dalam pusaran globalisasi dan kecenderungan homogenisasi budaya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis bagaimana penggunaan gadget memengaruhi keberlanjutan budaya lokal, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam memediasi hubungan antara teknologi digital dan praktik budaya tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik dan diperkuat melalui triangulasi sumber guna memastikan validitas temuan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan gadget cenderung menurunkan tingkat keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam aktivitas budaya tradisional. Kesimpulan penelitian menekankan urgensi penguatan literasi digital yang berlandaskan nilai-nilai budaya serta penerapan teknologi secara reflektif sebagai strategi pelestarian budaya lokal. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan dilakukannya studi lanjutan dengan pendekatan longitudinal dan komparatif guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika perubahan budaya dalam jangka panjang di era digital.
Copyrights © 2025