Untuk meningkatkan kesadaran kritis terhadap isu pernikahan dini, studi ini mengkaji bagaimana teori kesadaran pendidikan Paulo Freire dapat diterapkan dalam pendidikan formal. Tujuannya adalah menggunakan proses pendidikan transformatif untuk mengidentifikasi strategi teoretis dan praktis dalam mencegah pernikahan dini. Studi ini mengkaji literatur akademis, laporan kebijakan hukum, dan data statistik terbaru dari BPS dan UNICEF menggunakan teknik penelitian kualitatif berbasis riset kepustakaan yang bersifat perspektif. Menurut hasil temuan studi ini, pendidikan formal sangat penting dalam mengubah perspektif siswa dari kenaifan, yang menganggap pernikahan dini sebagai hal yang normal, menjadi kritis, yang mampu menolak praktik tersebut dengan cara yang bijaksana dan masuk akal. Ketika nilai-nilai pedagogis kritis Freire seperti diskusi, refleksi sosial, dan partisipasi aktif diterapkan, lembaga pendidikan dapat berfungsi sebagai ruang pembebasan yang membantu menciptakan konsepsi baru tentang kesetaraan gender, hak-hak anak, dan masa depan yang adil. Oleh karena itu, teori kesadaran kritis Freire menawarkan kerangka konseptual yang relevan untuk menekan praktik pernikahan dini melalui pendidikan formal yang humanis dan transformatif.
Copyrights © 2026