Rendahnya produktivitas bedengan sayuran di Desa Tanarara, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat Daya, disebabkan oleh minimnya pemanfaatan pupuk organik serta keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Praktik budidaya konvensional dan ketergantungan pada pupuk anorganik berdampak pada penurunan kualitas tanah dan hasil produksi sayuran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pembuatan dan aplikasi pupuk organik berbasis bahan lokal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, aplikasi pupuk organik, serta monitoring dan evaluasi, dengan melibatkan 30 peserta dari aparat desa dan masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 62,0% meningkat menjadi 91,8% pada post-test. Selain itu, kondisi bedengan dan pertumbuhan tanaman sayuran menunjukkan perbaikan setelah penggunaan pupuk organik. Secara keseluruhan, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta mendorong perubahan praktik budidaya menuju pertanian yang lebih ramah lingkungan. Implikasi keberlanjutan dari kegiatan ini tercermin pada meningkatnya kesiapan dan komitmen masyarakat untuk terus memproduksi dan menerapkan pupuk organik secara mandiri, sehingga berpotensi mendukung ketahanan pangan desa dan keberlanjutan sistem pertanian lokal dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026