Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

RESPON IONOSFER DAERAH KUPANG (10,9˚ LS – 123˚ BT) TERHADAP BADAI GEOMAGNET BERDASARKAN ANALISIS PARAMETER JUMLAH KANDUNGAN ELEKTRON DAN INDEKS GANGGUAN GEOMAGNET Angelikus Olla; Asnawi Husin; Yanti Boimau; Fernince Ina Pote
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk melihat respon ionosfer daerah Kupang (10,9˚ LS – 123˚ BT) terhadap badai geomagnet yang terjadi di tahun 2015 berdasarkan analisis jumlah kandungan elektron (TEC) dan indeks gangguan geomagnet (Indeks Dst). Badai geomagnet yang dianalisis dalam studi ini adalah badai geomagnet kategori kuat ((-250 < Dst ≤ -100 nT) pada bulan Maret, Juni dan Desember Tahun 2015. Data TEC yang digunakan adalah hasil pengamatan GPS Ionospheric Scintillation and TEC Monitor (GISTM) yang berlokasi di Kupang. Badai geomagnet tanggal 17 Maret 2015 dengan penurunan indeks Dst hingga -223 nT pada pukul 23.00 UT, direspon sebagai badai negatif oleh ionosfer pada tanggal 18 Maret 2015 terjadi penurunan nilai TEC hingga 21,63 TECu terhadap median TEC bulanannya. Badai geomagnet tanggal 23 Juni 2015, dengan penurunan indeks Dst hingga -198nT pada pukul 05.00 UT, direspon ionosfer sebagai badai positif. Terjadi peningkatan TEC di hari yang sama yaitu 62,81 TECu dan sehari setelahnya yakni 31,62 TECu. Badai geomagnet tanggal 20 Desember 2015, indeks Dst mengalami penurunan hingga -166nT pada pukul 23.00 UT dan terjadi respon ionosfer yang berbeda dimana nilai TEC meningkat hingga 66,04 TECu pada hari yang sama selanjutnya nilai TEC menurun hingga 8,94 TECu sehari setelahnya.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri dan Model Pembelajaran Konvensional Terhadap Prestasi Belajar Fisika di SMA Pokok Bahasan Usaha dan Energi Fernince Pote
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 1 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i1.428

Abstract

Penelitian secara deskriptif dan komparatif untuk mengetahui kecenderungan dan perbedaan prestasi belajar fisika siswa kelas XI SMA Negeri 9 Yogyakarta yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran inkuiri dan model pembelajaran konvensional. Variabel bebas adalah model pembelajaran inkuiri yang diberikan kepada kelompok eksperimen dan konvensional yang diberikan kepada kelompok kontrol. Variabel terikat adalah prestasi belajar fisika. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Teknik analisis data menggunakan Uji-t . Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan dengan model pembelajaran inkuiri termasuk kategori sangat tinggi, sedangkan model pembelajaran konvensional termasuk kategori tinggi. Secara komparatif ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran inkuiri dan model pembelajaran konvensional.
Fabrikasi Studi Awal Ekstrak Klorofil Dye Moringa Oleifera dengan Perbandingan Pelarut Uji Spektrofotometer Untuk DSSC Silla, Ela; Pote, Fernince Ina; Olla, Angelikus; Boimau, Yanti
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 2 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i2.468

Abstract

Energi yang banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia adalah energi konvensional yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui untuk memenuhi kebutuhan energi manusia seperti DSSC. DSSC merupakan sel surya yang menggunakan pewarna sebagai penyerap cahaya. Pewarna yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari tanaman marungga yang diektraksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui berapa besar nilai absorbansi, puncak gelombang dan energi gap yang dihasilkan dari ekstrak dye Moringa Oleifera NTT pada DSSC, serta untuk mengetahui apakah tanaman marungga bisa digunakan sebagai bahan untuk DSSC. Hasil uji UV-Vis menunjukan bahwa nilai absorbansi tertinggi berada pada sampel daun marungga variasi volume etanol 100 ml dengan nilai absorbansi 4.157 pada panjang gelombang 467 nm, sedangkan total kadar klorofil tertinggi berada pada variasi 50 ml dengan nilai total 63.039,7 mg/l. Sementara energi band gap tertinggi berada pada variasi volume 50 ml dengan nilai 2,50 eV. Sehingga nilai absorbansi tinggi yang dihasilkan efisien dan dapat dijadikan sebagai bahan untuk DSSC.
Ionospheric Irregularities Related to Scintillation During Geomagnetic Storm in March, April, 2023 Over Indonesia Olla, Angelikus; Pote, Fernince Ina; Husin, Asnawi
Jurnal Ilmu Fisika Vol 17 No 1 (2025): March 2025
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.17.1.78-87.2025

Abstract

This study aims to analyze ionospheric irregularities in plasma structures on scales above 400 meters–several kilometers associated with scintillation using GPS satellite signal observation techniques. This study was conducted in the Indonesian region during the main phase of a strong category geomagnetic storm on March 23-24 and April 23-24, 2023 using Total Electron Content (TEC) and Rate of TEC Index (ROTI), from GPS receiver observations in Manado (1.34˚N-124.82˚E; -7.91˚S), Kupang (10.16˚S-123.67˚E; -19.38˚S), Bandung (6.9˚S- 107.6˚E; 17.5˚S) and Biak (1.0˚S-136.0˚E; 12.18˚S). The results showed that during the geomagnetic storm on March 23-24, plasma irregularities, characterized by irregularities on a scale of more than 400 meters and evidenced by an increase in ROTI, were largely suppressed at all observation sites except Bandung. Likewise, most stations did not show a substantial increase in ROTI values ​​in the subsequent storm on April 23-24, 2023, indicating continued suppression except for the Manado station. Furthermore, changes in TEC variations in response to the March 23-24 storm indicate that stations in Biak and Manado experienced positive storms (increase in TEC), while stations Bandung and Kupang experienced negative storms (decrease in TEC). In contrast, during the storm on April 23–24, 2023, all locations reported positive storms.
Ionospheric Irregularities Related to Scintillation During Geomagnetic Storm in March, April, 2023 Over Indonesia Olla, Angelikus; Pote, Fernince Ina; Husin, Asnawi
Jurnal Ilmu Fisika Vol 17 No 1 (2025): March 2025
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.17.1.78-87.2025

Abstract

This study aims to analyze ionospheric irregularities in plasma structures on scales above 400 meters–several kilometers associated with scintillation using GPS satellite signal observation techniques. This study was conducted in the Indonesian region during the main phase of a strong category geomagnetic storm on March 23-24 and April 23-24, 2023 using Total Electron Content (TEC) and Rate of TEC Index (ROTI), from GPS receiver observations in Manado (1.34˚N-124.82˚E; -7.91˚S), Kupang (10.16˚S-123.67˚E; -19.38˚S), Bandung (6.9˚S- 107.6˚E; 17.5˚S) and Biak (1.0˚S-136.0˚E; 12.18˚S). The results showed that during the geomagnetic storm on March 23-24, plasma irregularities, characterized by irregularities on a scale of more than 400 meters and evidenced by an increase in ROTI, were largely suppressed at all observation sites except Bandung. Likewise, most stations did not show a substantial increase in ROTI values ​​in the subsequent storm on April 23-24, 2023, indicating continued suppression except for the Manado station. Furthermore, changes in TEC variations in response to the March 23-24 storm indicate that stations in Biak and Manado experienced positive storms (increase in TEC), while stations Bandung and Kupang experienced negative storms (decrease in TEC). In contrast, during the storm on April 23–24, 2023, all locations reported positive storms.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik Berbasis Bahan Lokal sebagai Upaya Mengatasi Degradasi Kesuburan Tanah pada Bedengan Sayuran di Desa Tanarara, Kabupaten Sumba Barat Popo, Alexander Talo; Pote, Fernince Ina; Hau, Rambu Ririnsia Harra
Abdi Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): ABDI NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : PT Media Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64198/abdinusantara.v2i1.78

Abstract

Rendahnya produktivitas bedengan sayuran di Desa Tanarara, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat Daya, disebabkan oleh minimnya pemanfaatan pupuk organik serta keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Praktik budidaya konvensional dan ketergantungan pada pupuk anorganik berdampak pada penurunan kualitas tanah dan hasil produksi sayuran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pembuatan dan aplikasi pupuk organik berbasis bahan lokal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, aplikasi pupuk organik, serta monitoring dan evaluasi, dengan melibatkan 30 peserta dari aparat desa dan masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 62,0% meningkat menjadi 91,8% pada post-test. Selain itu, kondisi bedengan dan pertumbuhan tanaman sayuran menunjukkan perbaikan setelah penggunaan pupuk organik. Secara keseluruhan, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta mendorong perubahan praktik budidaya menuju pertanian yang lebih ramah lingkungan. Implikasi keberlanjutan dari kegiatan ini tercermin pada meningkatnya kesiapan dan komitmen masyarakat untuk terus memproduksi dan menerapkan pupuk organik secara mandiri, sehingga berpotensi mendukung ketahanan pangan desa dan keberlanjutan sistem pertanian lokal dalam jangka panjang.
Penguatan Budaya Literasi Bacaan pada Anak Usia Sekolah Dasar di Desa Redapada melalui Kegiatan Membaca Terbimbing Berbasis Pendampingan Edukatif Riti, Katarina Yunita; Pote, Fernince Ina
Abdi Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): ABDI NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : PT Media Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64198/abdinusantara.v2i1.86

Abstract

Pendidikan dasar memegang peranan penting dalam membangun kemampuan literasi bacaan sebagai fondasi pembelajaran sepanjang hayat. Namun, rendahnya minat dan kemampuan membaca masih menjadi permasalahan utama yang dihadapi anak usia sekolah dasar di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Redapada, Kabupaten Sumba Barat Daya. Keterbatasan bahan bacaan, lingkungan literasi yang belum kondusif, serta minimnya pendampingan edukatif menjadi akar masalah yang memerlukan solusi berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkuat budaya literasi bacaan anak sekolah dasar melalui kegiatan membaca terbimbing berbasis pendampingan edukatif. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah literasi, observasi dan koordinasi dengan pemerintah desa dan sekolah, perancangan program membaca terbimbing, pelaksanaan pendampingan edukatif, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Program ini melibatkan dosen dan mahasiswa dengan jumlah peserta sekitar 60 orang yang terdiri atas aparat desa, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat baca, partisipasi aktif siswa dalam kegiatan membaca, serta dukungan positif dari sekolah dan orang tua. Program ini juga mendorong terbentuknya kebiasaan membaca yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan membaca terbimbing berbasis pendampingan edukatif efektif dalam memperkuat budaya literasi bacaan anak sekolah dasar di Desa Redapada.
Modification of Organic Dyes Cnidoscolus Aconitifolius Chlorophyll Hybrid with Dye Synthetic N719 with TiO2 Semiconductor Combination to Improve DSSC-Solar Cell Performance Pote, Fernince Ina; Dilak, Hory Iramaya
POSITRON Vol 16, No 1 (2026): Vol. 16 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v16i1.92932

Abstract

This research Solar energy is a renewable and environmentally friendly alternative energy source with enormous potential to be converted into electricity through Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) technology. The efficiency of DSSC depends strongly on the sensitizer, semiconductor layer, and counter electrode. In this study, the effect of modifying organic chlorophyll dye extracted from Cnidoscolus aconitifolius, hybridized with synthetic dye N719, and combined with the semiconductor TiO₂ was investigated to enhance DSSC performance. The fabrication process employed low-cost methods, including spin coating, slip casting, drop casting, and soaking techniques, to obtain homogeneous TiO₂ thin films and maximize dye adsorption. Optimization of temperature and soaking duration was carried out to support the formation of crystal size, morphology, and anatase phase of TiO₂, which are crucial for electron transport. The counter electrode was prepared with Pt (Hexachloroplatinic (IV) acid 10%), functioning as an effective catalyst to accelerate redox reactions with the electrolyte. Performance testing using a Keithley instrument revealed that the hybrid dye N719: Cnidoscolus aconitifolius with a concentration of 0.1% wt achieved the highest conversion efficiency of 0.82%. The absorption spectrum confirmed that the hybrid dye effectively absorbed light in the range of 400–800 nm, demonstrating the synergistic role of natural and synthetic dyes in improving photocurrent generation. This research provides insights into the utilization of chlorophyll-based natural dyes from Cnidoscolus aconitifolius combined with synthetic dyes to produce eco-friendly DSSCs and highlights the potential of fabrication techniques to reduce production costs and supports the development of sustainable solar cell technologies.
Peningkatan Motivasi Belajar melalui Pengenalan Benda-Benda Langit pada Siswa di Kecamatan Kolbano Yanti Boimau; Wenti M. Maubana; Hilary F. Lipikuni; Angelikus Olla; Fernince Ina Pote; Kadek A. C. Adelia; Aidy R. F. S Liukae
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v1i1.46

Abstract

Dunia pendidikan saat ini dituntut untuk dikembangkannya pendekatan pembelajaran sesuai dengan dinamika pendidikan yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan zaman dan sesuai dengan perkembangan IPTEK. Melalui komunitas, pendidikan dapat dibentuk dan diarahkan ke tujuan tertentu. Proses pembelajaran hendaknya berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung objek atau cara melakukan sesuatu sehingga dapat mempelajarinya secara langsung. Dalam metode demonstrasi bahan dan situasi yang digunakan adalah objek yang sebenarnya. pokok bahasan yang akan didemonstrasikan, memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk ingatan yang kuat dan keterampilan dalam berbuat, menghindarkan kesalahan dalam mengambil suatu kesimpulan, karena siswa mengamati secara langsung jalannya demonstrasi yang dilakukan. Langit yang luasnya tak terjangkau oleh perhitungan akal manusia itu bukanlah ruang kosong, tetapi berisi bermacam-macam benda, baik yang besar seperti bintang-bintang, planet-planet, satelit-satelit, meteor dan lain sebagainya. Perkembangan Teknologi membantu melihat benda-benda yang tidak dapat ‘dijangkau’ dengan mata, membuka jendela pengamatan menjadi lebih luas dan lebih jauh. Melalui momentum perayaan hari pendidikan nasional para siswa SMP & SMA kecamatan Kolbano di ajak untuk lebih mengenal benda-benda langit melalui pengamatan menggunakan alat-alat peraga sebagai upaya untuk memperkenalkan dunia sains dan astronomi kepada khalayak umum.
Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dengan Media Leaflet di Kota Kupang Wenti Marlensi Maubana; Yanti Boimau; Hilary F. Lipikuni; Angelikus Olla; Fernince Ina Pote; Kadek Ayu Cintya Adelia Adelia
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.230

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam cukup tinggi. Terjadinya bencana gempa bumi tidak dapat diprediksi, oleh karena itu diperlukan kesiapan untuk menghadapi bencana tersebut, sehingga masyarakat dapat mengambil tindakan yang tepat ketika bencana terjadi. Kesiapsiagaan bencana gempa bumi akan dapat dilaksanakan dengan baik jika memiliki pengetahuan terhadap prabencana, bencana dan pasca bencana. Tujuan pengabdian untuk memberikan edukasi terkait prabencana, bencana dan pasca bencana gempa bumi. Edukasi dilakukan menggunakan media leaflet. Sasaran kegiatan pengabdian yaitu masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa/i di Kota Kupang. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 150 responden. Desain yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pra eksperimen with one-group pre-post test design dengan cara memberikan pretest (pengamatan awal) terlebih dahulu sebelum diberikan perlakuan, setelah diberikan perlakuan, kemudian dilakukan kembali posttest (pengamatan akhir). Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan edukasi bencana gempa bumi menggunakan media leaflet. Hasil analisis data menunjukkan bahwa setelah diberikan edukasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi dengan media leaflet kepada masyarakat umum, pelajar maupun mahasiswa/i mengalami peningkatan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi saat prabencana, bencana dan pasca bencana.