Perubahan pola makan remaja di wilayah perkotaan semakin dipengaruhi oleh ketersediaan makanan cepat saji yang praktis, murah, dan agresif dipromosikan. Konsumsi yang berlebihan berpotensi meningkatkan asupan kalori, gula, garam, serta lemak jenuh, sekaligus menurunkan asupan serat dan mikronutrien. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui pendekatan Project Based Learning (PjBL) oleh mahasiswa keperawatan dengan fokus pada edukasi bahaya makanan cepat saji dan penguatan pilihan camilan sehat. Intervensi dilakukan di SMP Negeri 43 Batam pada 25 Juni 2025 menggunakan metode tatap muka berupa ceramah interaktif di lapangan dan metode tidak langsung melalui media cetak (buklet/brosur). Materi mencakup pengertian fast food, profil kandungan gizi yang dominan, dampak kesehatan jangka pendek dan panjang, faktor pemicu kebiasaan konsumsi, serta strategi pencegahan yang realistis. Evaluasi proses dilakukan melalui sesi tanya jawab, kuis singkat, dan observasi partisipasi. Luaran kegiatan meliputi media edukasi cetak, dokumentasi pelaksanaan, serta demonstrasi alternatif camilan sehat berupa salad buah yang mudah direplikasi. Program ini menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis sekolah yang diintegrasikan dengan PjBL dapat menguatkan kompetensi komunikasi kesehatan mahasiswa sekaligus mendorong lingkungan belajar yang lebih sadar gizi. Pemantauan lanjutan disarankan untuk menilai perubahan perilaku konsumsi dalam jangka menengah.
Copyrights © 2026