Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode peramalan penjualan yang paling tepat dan teknik pengendalian bubuk ice cream yang optimal guna mengurangi biaya dan meningkatkan keuntungan. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan membandingkan beberapa metode peramalan, yaitu Moving Average, Exponential Smoothing, Exponential Smoothing With Trend, Trend Analysis, serta penggunaan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk manajemen persediaan. Pengolahan data peramalan menggunakan software QM for Windows V5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode peramalan terbaik untuk toko X adalah menggunkan metode Exponential Smoothing With Trend (alpha=0,9 dan beta=0,1) dengan nilai akurasi MAPE sebesar 18,28% untuk produk cone dan 16,64% untuk sundae, yang dikategorikan dalam tingkat akurasi "Baik". Analisis pengendalian persediaan menggunakan metode EOQ menghasilkan kuantitas pemesanan optimal sebesar 72,48 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 29 kali per periode. Penerapan metode ini terbukti efisien karena mampu mengurangi biaya persediaan sebesar Rp 675.159,63 untuk setiap kali pesan dibandingkan dengan kebijakan toko sebelumnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi antara peramalan yang akurat dan pengendalian persediaan yang sistematis memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pencapaian laba melalui efisiensi biaya operasional.
Copyrights © 2026