Perusahaan mengalami stockout sebanyak 4 kali untuk voucher A dan 13 kali untuk voucher B selama periode penelitian. Kondisi tersebut menunjukkan bawa sistem persediaan yang diterapkan belum mampu mengantisipasi terjadinya fluktuasi permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir risiko stockout melalui penerapan metode reorder point dan safety stock. Data yang tersedia berupa data histori pemintaan yang perlu dilakukan peramalan untuk memprediksi permintaan dimasa yang akan datang. Dengan menggunakan metode permalan single exponential smoothing (SES), pemilihan nilai alpha didasarkan pada nilai error yang relatif kecil dari perhitungan nilai weighted Absolute percentage error (WAPE) kemudian hasil peramalan tersebut digunakan sebagai dasar perhitungan reorder point dan safety stock. Penerapan metode ini diharapkan mampu meminimalisir risiko stockout yang terjadi pada dealer XYZ
Copyrights © 2026