Pelatihan pertanian merupakan salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa efektivitas pelatihan masih belum optimal. Efektivitas mengacu pada transfer pelatihan yang dilakukan oleh peserta setelah mengikuti pelatihan. Salah satu faktor kunci yang memengaruhi kondisi tersebut adalah lemahnya perencanaan program pelatihan yang umumnya masih didominasi oleh pendekatan top-down dan minim pelibatan peserta dan stakeholder. Artikel ini mengkaji pelatihan pertanian dengan pendekatan perencanaan partisipatif. Penelitian menggunakan metode Literature Review dengan Narrative Review. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan partisipatif berperan penting dalam meningkatkan relevansi materi pelatihan sesuai konteks lokal, memperkuat partisipasi dan motivasi peserta, memperbaiki proses pembelajaran, mendorong transfer hasil pelatihan ke praktik kerja, serta mendukung keberlanjutan dampak sosial dan lingkungan. Meski demikian, perencanaan partisipatif masih dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya, hambatan sosial-budaya, dan tantangan replikasi pada skala yang lebih luas.
Copyrights © 2026